TTS Terkini
Warga Nonohonis Kabupaten TTS Keluhkan Melonjaknya Harga LPG
Ketika diwawancarai pada Selasa (21/4/2026) terkait peran kartini masa sekarang, ia juga mengatakan bahwa harga gas LPJ telah naik drastis.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE- Kenaikan harga gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Warga Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Rey Natonis, mengeluhkan kenaikan harga LPG. Kenaikan yang dirasakan sejak tiga bulan terakhir.
"Iya kaka, harga LPG yang 12 kg naik sejak tiga bulan lalu. Desember itu masih Rp 275.000, sekarang Rp 375.000, naik 100 ribu ni. Kami pengguna nyonyor. Kalau mau dilihat memang Bensin tidak naik harga tapi mereka malah main di Gas," ungkapnya ketika dikonfirmasi pada Rabu (22/4/2026).
Meski begitu, ia tidak ingin menyerah dengan kondisi ini dan mengganti LPG ke minyak tanah, karena menurutnya memasak menggunakan kompor gas lebih efisien dari
pada kompor minyak tanah.
Baca juga: Badan Pengurus PBVSI Kabupaten TTS Periode 2025-2029 Resmi Dikukuhkan
"Ya kami berharapharga kebutuhan seperti gas kalau bisa dapat kembali normal," harapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, ibu di Desa Kesetnana, Rambu Atanau-Mela mengeluhkan hal yang sama.
Ketika diwawancarai pada Selasa (21/4/2026) terkait peran kartini masa sekarang, ia juga mengatakan bahwa harga gas LPJ telah naik drastis.
"Kami pakai yang 12 kg, naik dari Rp 275.000 sekarang sudah Rp 350.000," ungkapnya.
Adapun Pihak SPBU Kilo 3 Soe melalui supervisor SPBU, Yandri Fallo mengatakan, kenaikan harga LPG terjadi sejak (18/4/2026) bersamaan dengan kenaikan produk BBK Pertamina Dex.
"Untuk kenaikan LPG benar terjadi sejak (18/4/2026) lalu. Untuk ukuran 12 kg dari harga Rp 300.000 menjadi Rp 335.000. Sedangkan untuk ukuran 5.5 kg dari harga Rp 200.000 naik menjadi Rp 220.000," ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa stok yang tersedia di SPBU hanya masuk masing-masing ukuran sebanyak 10 tabung. Kondisi ini terjadi pada setiap SPBU ataupun penerima dari distributor Toko Piet Kupang.
"Stok sisa untuk 12 kg dari 10 tabung tersisa empat, sedangkan ukuran 5,5 kg sisa satu dan itu stok lama, karena untuk ukuran 5,5 tersebut belum masuk lagi. Pembeli kita layani tukar tabung gas," tegas Fallo.
Terkait variasi harga yang terjadi, ia memperkirakan hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan agen maupun distributor gas di masyarakat.
"Kalau kita sudah ditetapkan harus jual dengan harga begitu, sedangkan mungkin harga yang lebih tinggi ini karena beda distributor. Apalagi kondisi seperti ini," tegasnya.
Fallo sendiri tidak mengetahui penyebab kenaikan harga LPG ini. Pihaknya hanya memastikan ketersediaan LPG dan menjual sesuai harga yang ditetapkan. (any)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-penjualan-LPG-di-TTS.jpg)