TTS Terkini
Bupati TTS dan Ketua DPRD NTT Tinjau Jalur Kolonakaf
PERBAIKAN - Jalur Kolonaf, jalan alternatif menghubungkan Kelurahan Niki Niki dan Desa Oinlasi, mulai diperbaiki.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Jalur Kolonaf, jalan alternatif menghubungkan Kelurahan Niki Niki dan Desa Oinlasi, mulai diperbaiki.
Pada Kamis (4/12/2025), Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Emiliana Nomleni meninjau ke lokasi.
Meski bukan berbaikan secara permanen, namun ini menjadi harapan bagi masyarakat untuk dapat melintas dengan aman dan nyaman bahkan ketika musim hujan.
Sebagian besar masyarakat yang memilih melintas melalui jalan ini, karena jarak tempuh yang menurut mereka lebih dekat.
Jalur Kolonakaf sendiri ketika hujan datang, struktur tanah yang mengandung tanah liat dengan tekstur licin menyebabkan banyak kendaraan yang terpaksa putar balik, menunggu seharian atau bahkan terpaksa melintas dengan resiko tertahan ditengah tanjakan.
Selain itu, jalur yang agak menanjak tanpa drainase yang baik menyebabkan banyak endapan lumpur di badan jalan. Selain itu rawan longsor, sehingga jika hujan lebat, dapat mengakibatkan kikisan di tepi jalan.
Cuaca yang bersahabat hari ini di Kecamatan Kie, membantu para pekerja dari Dinas PUPR untuk mengikis lumpur yang melapisi jalur tersebut.
Satu ekskavator yang digunakan di lokasi. Saat proses pengerjaan, lalu lintas tetap dibuka sebagian, masyarakat masih dapat melintas, namun harus tetap berhati-hati.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, mengatakan bahwa status jalan bukan jalan kabupaten, namun masyarakat yang melintas merupakan masyarakatnya, sehingga menjadi atensi pemerintah daerah untuk ambil ahli dan berkoordinasi untuk memperbaiki.
"Memang status jalan ini jalan alternatif dari jalan provinsi yang rusak total akibat longsor. Masyarakat yang melintas ini masyarakat TTS sehingga jadi perhatian kita untuk memperbaiki. Saya bersama ibu Ketua DPRD TTS, dan anggota ada untuk melihat keadaan ini, " jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa perbaikan ini masih bersifat darurat, agar lalu lintas orang, kendaraan dan barang tetap termobilisasi. Untuk kelanjutan pembanguan tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi NTT.
"Tentunya dengan koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi maka kita kolaborasi. Penanganan sementara kita lakukan saat ini, namun untuk tindak lanjut jangka panjang akan dikerjaan oleh teman-teman di Provinsi, baik itu Dinas PUPR maupun balai jalan, " jelasnya.
Jalur yang akan diperbaiki meliputi jalur kolonakaf dengan panjang kurang lebih 800 meter dengan titik yang mengalami kerusakan berat. Ditambah struktur tanah yang mudah longsor menjadi tantangan tersendiri.
"Jadi kalau kita lihat ada tiga titik. untuk penanganan sementara ini biar lalu lintas dapat dilalui dengan lancar. Tanah ini tanah bergerak sehingga belum bisa diaspal juga, " jelasnya.
Selain itu Eduard juga menegaskan bahwa pihaknya dan Mitra telah mengagendakan perbaikan jalur ini bahkan sebelum hujan intens di wilayah tersebut.
Ketua DPRD Provinsi NTT, Emiliana Nomleni, juga turun langsung untuk mengawasi proses perbaikan ini. Ia secara tegas akan mengupayakan untuk mendukung proses pengerjaan jalur kolonakaf.
"Memang saat ini merupakan jalur alternatif, sehingga kita mencari jalan keluarnya. Proses jangka panjang, mulai dari pembebasan lahan, pengerjaan. Tapi hari ini bagaiamana jalur yang bisa dilalui dengan aman. Saya sudah komunikasi dengan pak gubernur dan pak Dinas PUPR untuk pengerjaan," jelasnya.
Ia menyampaikan Terima kasih kepada Bupati TTS atas respon cepatnya, dan juga pihak lain yang telah membantu memberikan sentuhan pada jalan ini. Ia mengatakan bahwa proses mendapatkan status jalan kolonakaf masih harus melewati proses yang panjang, baik karena kondisi tanah, kesiapan pemerintah serta urusan kepemilikan lahan.
"Kita terima kasih kepada pak bupati karena telah merespon dengan baik. Kedepannya kita kolaborasi untuk sementara menangani. Kami juga Terima kasih kepada ibu Yasinta, dan semua orang dengan niat baik membantu masyarakat, kami berterima kasih, " jelasnya.
Dinas PUPR Kabupaten TTS, melalui Sekretaris Dinas, Ferdy Timo, menjelaskan bahwa tahapan yang akan dikerjakan yaitu pengikisan lapisan atas jalan, kemudian penimbunan sertu dan pengerasan. Ia berharap cuaca bersahabat.
"Untuk pengerjaan kita mulai dengan caruk tanah dibagian atas terlebih dahulu. Selanjutnya timbun sertu. Untuk sertu kita pakai yang di Desa Nobi-Nobi. kemudian pengerasan, " jelasnya.
Ferdy mengatakan pengerjaan ini sangat bergantung pada jumlah armada angkut dan juga cuaca. Selain itu jarak dari tempat material ke lokasi juga mempengaruhi.
"Selain itu karena bagian disebelah kanan jalan ini rawan longsor, kami akan tanam tanaman vetiver di sepanjang jalan ini. Dimana akar tanaman ini dapat menahan kembali reruntuhan daripada tebing, " jelasnya.
Jalur Kolonakaf merupakan salah satu jalur tengah yang menjadi alternatif tercepat bagi delapan kecamatan. Jalur ini bukan satu-satunya jalur, namun menjadi pilihan masyarakat untuk pergi ke sebagain Kecamatan Kie, Amanuban Selatan, Kot'olin, Nunkolo, Boking, Santian, Noebana, Kolbano, bahkan ke Kabupaten Malaka. (any)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
jalur Kolonakaf
Bupati TTS
Eduard Markus Lioe
Timor Tengah Selatan
Emilia Nomleni
DPRD NTT
POS-KUPANG.COM
| Keindahan Pantai Oebon, Obyek Wisata Pantai Tersembunyi di Kecamatan Kualin TTS |
|
|---|
| Ketua DPRD TTS Gotong Royong Bersama Warga dan Pemuda Bangun Instalasi Air di Desa Kakai Nunkolo |
|
|---|
| SMP Negeri Oebaki Jadi Tuan Rumah Perayaan Hardiknas 2026 di Desa Oebaki TTS |
|
|---|
| Bupati TTS Buce Lioe Tinjau Langsung Pengerjaan Ruas Jalan Bonleu dan Sebau |
|
|---|
| Komitmen Tekan Stunting, Pemkab TTS dan Asuransi Jasindo Salurkan Bantuan di Tetaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Perbaikan-Jalur-Kolonakaf-di-TTS.jpg)