Rabu, 29 April 2026

TTU Terkini

Petani Kefamenanu TTU Temukan Amunisi Mortir Aktif di Kebun

Yohanes Manose (46), petani Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan amunisi mortir.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
PENEMUAN MORTIR - Anggota Polres Timor Tengah Utara (TTU) memasang garis polisi (police line) di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan amunisi mortir, Sabtu (22/11/2025) lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Berukuran 50-81 milimeter
  • Tingkat risiko masih sangat tinggi
  • TKP sekitar benteng peninggalan Jepang/Belanda

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Yohanes Manose (46), petani Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan amunisi mortir.

Warg RT 046 RW 009 Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu itu mendapati amunisi saat sedang mencangkul kebun.

Amunisi mortir berukuran 50-81 milimeter (mm) ditemukan di sekitar benteng peninggalan Jepang/Belanda, Senin (1/12/2025). 

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote melalui Kasubsi PIDM Humas, Ipda Markus Wilco Mitang mengatakan, amunisi tersebut terkubur dalam tanah sekitar 20 centimeter (cm).

TKP penemuan amunisi mortir berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan Amunisi Senjata Mouser pada Sabtu (22/10) lalu.

"Yohanes mencangkul tanah di kebun miliknya untuk dikelola, dan menemukan amunisi mortir," kata Markus Wilco Mitang, Rabu (3/12).

Ia menjelaskan, amunisi tersebut biasa digunakan pada senjata jenis mortir atau artileri kecil. 

Warga menginformasikan penemuan amunisi mortir kepada polisi.

Penemuan Amunisi Mortir Aktif di TTU
AMUNISI AKTIF - Amunisi mortir masi dalam kondisi aktif ditemukan petani di Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (1/12/2025).

Setelah menerima informasi, Piket Fungsi Polres TTU bersama Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres TTU mendatangi TKP untuk memasang police line dan mengamankan amunisi.

Menurutnya, tingkat risiko masih sangat tinggi karena amunisi mortir dalam kondisi masih aktif.

"Dapat meledak sewaktu-waktu apabila terkena benturan, tekanan atau gesekan," ujarnya.

Wilco menyebut, penemuan berulang di area yang sama jarak hanya 10 meter dari penemuan Amunisi Senjata Mauser ini menjadi catatan penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penggalian di sekitar lokasi ini.

Ia juga meminta masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian jika menemukan amunisi atau bahan peledak lain saat melaksanakan aktivitas di sekitar lokasi ini. (bbr)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved