Breaking News
Senin, 27 April 2026

Lembata Terkini

Dua Desa di Lembata Berisiko Jika Ile Werung Alami Erupsi Eksplosif

Ada dua desa yang letaknya dekat dengan Gunung Ile Werung. Salah satu desa bahkan lebih berisiko lantaran ketiadaan akses evakuasi darat.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM
Gunung Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT, naik status dari normal ke waspada, Minggu, 30 Novemver 2025. Warga diminta waspada dan mematuhi radius aman. 

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Camat Atadei Mikael Boli menyebutkan dua desa di dekat Gunung Ile Werung berisiko jika gunung tersebut meletus
  • Dua desa tersebut adalah Desa Lerek dan Desa Dulir yang berjarak kurang lebih 3 meter
  • Masyarakat diminta agar tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas gempa dan dinaikkan statusnya dari level I (normal) ke level II (waspada).

Peningkatan status oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada Minggu (30/11/25) itu menjadi perhatian serius untuk mengambil langkah mitigasi sedini mungkin.

Mitigasi awal lewat imbauan terbuka mulai dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Atadei ke desa-desa di sekitar gunung itu, Senin (01/12/25).

Sekretaris Camat (Sekcam) Atadei, Mikael Boli, menuturkan ada dua desa yang letaknya dekat dengan Gunung Ile Werung. Salah satu desa bahkan lebih berisiko lantaran ketiadaan akses evakuasi darat.

"Ada dua desa, yaitu Desa Lerek dan Desa Dulir yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer," ujarnya kepada wartawan via sambungan telepon.

Mikael menuturkan, Desa Dulir dan Desa Lerek berada di ketinggian, sementara Gunung Ile Werung yang terpacak di dekat pantai arah selatan Lembata.

Menurutnya, jika peningkatan aktivitas gempa hingga terjadi erupsi eksplosif ke arah barat, Desa Dulir menjadi wilayah yang paling berisiko lantaran jalur evakuasi harus melewati Gunung Ile Werung.

"Kalau Lerek ini akses untuk menjauh ke desa lain lebih mudah, sementara Desa Dulir sepertinya terjebak, mau ke Lerek harus lewati gunung, dan itu hanya satu-satunya jalan," ungkapnya.

Pihaknya sedang membangun koordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Lerek dan Dulir untuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah.

Baca juga: Terjadi Gempa Signifikan, Gunung Ile Werung di Lembata Naik Status Waspada

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, menyebut Gunung Ile Werung mengalami peningkatan kegempaan vulkanik dalam, yaitu sejak 1 sampai 28 November 2025.

Dalam periode itu, jelasnya, terjadi 7 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali gempa tektonik lokal, 18 kali gempa terasa, dan 108 kali gempa tektonik jauh.

"Aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati, begitu pula dengan bualan di bawah laut terutama sekitar areal Gunung Hobal dan Gunung Weitiar," ujarnya lewat laporan khusus.

Pada 29 November 2025, aktivitas kegempaan Ile Werung kembali terekam signifikan yaitu 23 kali kejadian.

Hal ini mengindikasikan tekanan dari dalam tubuh Ile Werung akibat meningkatnya aktivitas magmatik atau adanya migrasi magma dari kedalaman dalam ke kedalaman dangkal.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved