Lembata Terkini
Bupati Lembata Respons Kolaborasi dengan LKA RI Berantas Kemiskinan
Konsep ini digagas oleh Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKA.RI) melalui Gerakan Tanam Jagung, Panen Ternak,Kita Lawan kemiskinan.
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P merespons secara cepat dan menerima konsep "Blue print Grand Desain" pengentasan kemiskinan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkhusus di Kabupaten Lembata.
Konsep ini digagas oleh Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKA.RI) melalui Gerakan Tanam Jagung, Panen Ternak,Kita Lawan kemiskinan.
Menurut Direktur Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia dr. Bernadina Novindra Surat Lewowerang, S.Ked, respons cepat bupati Lembata menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan kharismatik karena jika pemimpin lamban berpikir dan mengambil keputusan, maka sama dengan menunda kemajuan dan rakyat bisa melarat.
"Respon cepat bapak Bupati ini kami sangat apresiasi dan menjadi teladan pemimpin dan masyarakat. Bupati telah menerima diskusi pemahaman konsepsi bersama Kepala Divisi Program LKA.RI Stefanus Emanuel Pati di Lembata dan siap di lanjutkan mekanisme Memorandum of Understanding untuk tahun 2026 penanaman 100 Hektar Jagung di Kabupaten Lembata yang di setujui Bupati dari 300 Hektar yang di tawarkan LKA.RI," ujarnya.
Baca juga: Pesan Bupati Lembata Saat Menghadiri Temu Alumni STIPAS Kupang di Hadakewa
Sedangkan skemanya akan dibicarakan lebih lanjut dan pada endingnya gerakan ini untuk pengentasan kemiskinan masyarakat Lembata melalui sektor pertanian dan peternakan dalam jangka panjang.
"MoU 5 tahun dan dapat diperpanjang. Ada juga opsi sumbangan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah Lembata," ujar Direktur LKA RI penuh semangat.
Gerakan ini melibatkan kepala desa dan masyarakat sehingga tidak boleh ada lagi lahah tidur yang tidak di olah dan Pertumbuhan ekonomi nyata melalui kenaikan pendapatan Perkapita penduduk Per Tahun dan pasti kemiskinan akan menurun signifikan.
Bupati Lembata dengan cepat merespon dan berjanji akan segerah eksekusi kolaborasi gerakan "Tanam jagung,panen ternak,lawan kemiskinan" ini yang melibatkan stakeholder birokrasi,Lembagaga Kajian dan Advokasi Bebas Rakyat Indonesia dan masyarakat sehingga menjadi gerakan bersama.
"Kita Siap laksanakan gerakan Tanam Jagung,panen ternak,lawan kemiskinan ini di Lembata untuk kemajuan masyarakat lembata,tahun 2026 saya setuju tanam 100 Ha dulu ,tegas Bupati yang visioner ini. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tuaq-dan-warga-lembata.jpg)