Selasa, 28 April 2026

Lembata Terkini

Terjadi Gempa Signifikan, Gunung Ile Werung di Lembata Naik Status Waspada

Peningkatan status pada gunung yang terletak di Kecamatan Atadei itu berdasarkan laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM
Gunung Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT, naik status dari normal ke waspada, Minggu, 30 Novemver 2025. Warga diminta waspada dan mematuhi radius aman. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Geologi melaporkan status Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata naik status dari normal menjadi waspada
  • Gunung Ile Werung mengalami peningkatan kegempaan vulkanik dalam, yaitu sejak 1 sampai 28 November 2025

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Status Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), naik dari level I (normal) menjadi level II (waspada) sejak Minggu, 30 November 2025.

Peningkatan status pada gunung yang terletak di Kecamatan Atadei itu berdasarkan laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, menyebut Gunung Ile Werung mengalami peningkatan kegempaan vulkanik dalam, yaitu sejak 1 sampai 28 November 2025.

Dalam periode itu, jelasnya, terjadi 7 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali gempa tektonik lokal, 18 kali gempa terasa, dan 108 kali gempa tektonik jauh.

"Aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati, begitu pula dengan bualan di bawah laut terutama sekitar areal Gunung Hobal dan Gunung Weitiar," ujarnya lewat laporan khusus.

Baca juga: Lomba Baca Puisi Warnai Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra di SKO San Bernardino Lembata

Pada 29 November 2025, aktivitas kegempaan Ile Werung kembali terekam signifikan yaitu 23 kali kejadian.

Hal ini mengindikasikan tekanan dari dalam tubuh Ile Werung akibat meningkatnya aktivitas magmatik atau adanya migrasi magma dari kedalaman dalam ke kedalaman dangkal.

Saria mengungkapkan potensi bahaya letusan Gunung Ile Werung yang bersifat eksplosif atau dahsyat dengan ancaman berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar), gas beracun di kawasan puncak.

"Harus diwaspadai potensi bahaya berupa aliran lava dan lontaran material bawah laut terutama sekitar area Gunung Hobal dan Gunung Wetitar. Dampak yang dapat ditimbulkan dapat berupa peningkatan muka air laut di sekitar area," tuturnya. (cbl)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved