Kamis, 23 April 2026

Belu Terkini

Kuota Harian BBM di Belu: Pertalite 80-100 KL dan Bio Solar 40-55 KL

Untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan atau keterlambatan pasokan, Pertamina melakukan berbagai langkah koordinatif.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Suasana pengisian BBM di SPBU 54.85701 Wekatimun, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu pada November 2024 lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan ketersediaan BBM di Kabupaten Belu tetap terjaga dengan kuota harian pertalite 80-100 KL dan bio solar  40-55 KL, yang disalurkan fleksibel sesuai kebutuhan tiap SPBU. 

PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan distribusi BBM di Kabupaten Belu dilakukan sesuai kebutuhan riil lapangan.

“Menyesuaikan kebutuhan. Biosolar estimasi 40-55 KL, pertalite estimasi 80-100 KL. Sementara pertamax dan dexlite sesuai permintaan, karena tidak ada alokasi,” ujarnya, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (15/11/2025). 

Ia menyampaikan depot Pertamina Atapupu menyalurkan pasokan bulanan dengan estimasi biosolar 1.000 KL, pertalite 1.500 KL, pertamax 250 KL, dan dexlite 40 KL. Pasokan ini menjadi acuan penyaluran ke 8 SPBU yang tersebar di Kabupaten Belu.

“Mekanisme pengawasan dilakukan bersama BPH Migas, pemda dengan dukungan CCTV,” tambah Ahad. 

Ahad juga mengonfirmasi beberapa bulan terakhir terjadi penyesuaian kuota oleh regulator. “Ada penyesuaian dari BPH Migas, terkait demand di wilayah,” ujarnya. 

Untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan atau keterlambatan pasokan, Pertamina melakukan berbagai langkah koordinatif.

“Berkoordinasi dengan pihak terkait seperti pemda dan APH bila terjadi hambatan dari eksternal, seperti jalan rusak dan keamanan,” jelas Ahad.

Selain itu, penguatan operasional armada pengangkut BBM juga dilakukan. “Berkoordinasi dengan terminal BBM untuk percepatan kapal tanker atau penambahan mobil tangki jika diperlukan,” tambahnya.

Terkait kebijakan khusus wilayah perbatasan, Ahad menegaskan penyaluran BBM tetap mengacu pada ketentuan nasional.

“Kebijakan sesuai Perpres 191 Tahun 2014 dan ketentuan BPH Migas terkait penyaluran kendaraan dan non-kendaraan,” jelasnya.

Baca juga: Jumlah Lansia di Belu Tembus 20 Ribu, Wabup Vicente Instruksikan Penguatan Komda Lansia

Selain Kabupaten Belu, depot Pertamina Atapupu juga menyalurkan BBM ke wilayah lain seperti Kabupaten Malaka dan Timor Tengah Utara.

“Benar, ke Kabupaten Malaka dan Timor Tengah Utara. Pembagian disesuaikan dengan permintaan dan kapasitas angkut mobil tangki,” jelasnya.

Terkait antrean panjang di SPBU akibat keterlambatan pasokan yang sesekali terjadi, Pertamina menyiapkan langkah antisipatif.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved