Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Belu Terkini

Pasokan Terbatas, Harga Elpiji di Perbatasan RI-RDTL Melonjak Tajam

Kondisi ini mulai dirasakan sejak akhir Maret 2026, ketika distribusi elpiji ke pangkalan mengalami pengurangan drastis. 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Salah satu pelaku usaha pangkalan Juventus di Kabupaten Belu, Alexander Ngongo, menyebutkan jumlah pasokan yang diterimanya jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Tabung elpiji 12 kilogram kini mencapai Rp330 ribu hingga Rp 340 ribu per tabung, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp265 ribu. Rabu (22/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Harga elpiji non subsidi di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL, melonjak tajam akibat terbatasnya pasokan dalam beberapa pekan terakhir
  • Tabung elpiji 12 kilogram kini mencapai Rp330 ribu hingga Rp 340 ribu per tabung, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp265 ribu
  • Kondisi ini mulai dirasakan sejak akhir Maret 2026, ketika distribusi elpiji ke pangkalan mengalami pengurangan drastis

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Harga elpiji non subsidi di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL, melonjak tajam akibat terbatasnya pasokan dalam beberapa pekan terakhir. Tabung elpiji 12 kilogram kini mencapai Rp330 ribu hingga Rp 340 ribu per tabung, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp265 ribu.

Kondisi ini mulai dirasakan sejak akhir Maret 2026, ketika distribusi elpiji ke pangkalan mengalami pengurangan drastis. 

Salah satu pelaku usaha pangkalan Juventus di Kabupaten Belu, Alexander Ngongo, menyebutkan jumlah pasokan yang diterimanya jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Biasanya kami bisa dapat sampai 300 tabung, sekarang hanya sekitar 90 tabung. Ada informasi pembatasan dari Surabaya, tapi kami belum tahu pasti penyebabnya,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, keterbatasan stok berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat pangkalan. Harga elpiji 12 kilogram yang sebelumnya dijual Rp265 ribu kini naik menjadi Rp330 ribu per tabung. Sementara elpiji 5,5 kilogram ikut mengalami kenaikan dari Rp155 ribu menjadi Rp170 ribu.

Baca juga: Pasokan Minyak Tanah di Kabupaten Belu Stabil, Permintaan dan Harga Masih Fluktuasi

Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak bisa dihindari karena harga tebus dari distributor juga meningkat, bahkan mencapai Rp300 ribu hingga Rp320 ribu per tabung untuk ukuran 12 kilogram.

Di sisi lain, tingginya permintaan masyarakat semakin memperparah situasi. Elpiji masih menjadi kebutuhan utama, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Permintaan sangat tinggi, terutama dari pelaku usaha. Tapi stok terbatas, jadi banyak yang tidak kebagian,” katanya.

Alex berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi elpiji di wilayah perbatasan agar tidak terjadi kelangkaan yang lebih parah.

“Kalau tidak segera diatasi, minggu depan bisa lebih sulit. Kami harap ada solusi supaya pasokan lancar kembali dan harga bisa stabil,” tutupnya. (gus)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved