Belu Terkini
Harga Elpiji Melonjak, Pelaku UMKM di Perbatasan RI-RDTL Mengeluh
Harga elpiji ukuran 12 kilogram bahkan tembus Rp330 ribu hingga Rp340 ribu per tabung, memicu keluhan dari para pelaku usaha yang bergantung
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga elpiji di Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan RI-RDTL kian memberatkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
- Harga elpiji ukuran 12 kilogram bahkan tembus Rp330 ribu hingga Rp340 ribu per tabung, memicu keluhan dari para pelaku usaha
- Salah satu pelaku UMKM, Veronica Puji Novita Sari, pemilik usaha Ayola Makan, mengaku harus membeli elpiji 12 kilogram dengan harga Rp340 ribu per tabung
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kenaikan harga elpiji di Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan RI-RDTL kian memberatkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Harga elpiji ukuran 12 kilogram bahkan tembus Rp330 ribu hingga Rp340 ribu per tabung, memicu keluhan dari para pelaku usaha yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk operasional sehari-hari.
Salah satu pelaku UMKM, Veronica Puji Novita Sari, pemilik usaha Ayola Makan, mengaku harus membeli elpiji 12 kilogram dengan harga Rp340 ribu per tabung, jauh lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.
“Kita beli dengan harga Rp340 ribu per tabung untuk yang 12 kg. Sebelumnya tidak setinggi ini. Walaupun naik, tetap kita beli karena itu salah satu kebutuhan utama usaha,” ujarnya, Rabu (22/4/2026) saat diwawancarai POS-KUPANG.COM.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal satu tabung elpiji 12 kilogram dapat digunakan hingga satu minggu. Namun, saat usaha ramai, satu tabung bisa habis dalam waktu sekitar lima hari.
Ia juga mengaku sempat mengalami kekosongan stok elpiji, sehingga terpaksa beralih menggunakan minyak tanah sebagai alternatif agar usaha tetap berjalan.
“Kalau stok habis, kita terpaksa pakai minyak tanah supaya tetap bisa produksi,” katanya.
Menurutnya, lonjakan harga elpiji ini semakin menambah beban pelaku UMKM, terutama di tengah kondisi biaya usaha yang juga meningkat, termasuk pajak dan bahan pokok lainnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan elpiji, sehingga tidak semakin menekan pelaku usaha kecil.
“Kami berharap harga bisa kembali normal supaya meringankan UMKM, apalagi sekarang biaya lain juga naik,” ungkapnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, ia menegaskan para pelaku usaha tetap berupaya bertahan dan menjalankan usaha dengan tenang.
“Sebagai pelaku usaha, kita harus hadapi semua ini dengan kepala dingin,” pungkasnya. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Tegaskan Integritas, Lapas Atambua Gelar Ikrar Anti Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
| Pasokan Terbatas, Harga Elpiji di Perbatasan RI-RDTL Melonjak Tajam |
|
|---|
| Penyaluran Dana Desa 2026 di KPPN Atambua Tembus Rp12,81 Miliar |
|
|---|
| Momen Hari Kartini, Lidwina Viviana Lay Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Belu |
|
|---|
| Semangat Hari Kartini, Ibu-ibu BPBD Belu Pakai Busana Adat, Ajak Jadi Perempuan Tangguh Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Salah-satu-pelaku-UMKM-Veronica-Puji-Novita-Sari-pemilik-usaha-Ayola-Makan.jpg)