Rote Ndao Terkini
Pemkab Rote Ndao, UNICEF dan YKMI Luncurkan Rencana Aksi Daerah PAUD Holistik Integratif
Turut hadir, Sekda Rote Ndao, Jonas M Selly serta para kepala perangkat daerah, pendidik PAUD dan pemangku kepentingan lainnya.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama UNICEF dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) secara resmi meluncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) dalam acara Rapat Diseminasi Monitoring Terpadu PAUD HI.
Rapat ini digelar di Aula Kopdit Sehati Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (16/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh Bunda PAUD Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Bunda PAUD Rote Ndao, Yane Henuk-Pellokila, Kepala Kantor UNICEF NTT, Yudhistira Yewangoe, Program Manager YKMI Tatang Husaini, Ketua Himpaudi NTT, Sari Dewi Astuti.
Turut hadir, Sekda Rote Ndao, Jonas M. Selly serta para kepala perangkat daerah, pendidik PAUD dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD NTT dan Bunda PAUD Rote Ndao bersama UNICEF memberikan plakat penghargaan atas kontribusi dalam mewujudkan layanan PAUD HI kepada tiga lembaga, KB Oeteas, KB Aletheia Maryuma dan TK Kristen Metina.
Baca juga: Perkara Masker di Rote Ndao, MA Tolak Kasasi JPU Putus Bebas Murni Buat Mantan Kadis PMD Rote Ndao
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam mendukung pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif.
Ia mengemukakan, usia dini merupakan masa emas (golden age) yang menentukan kualitas generasi masa depan.
"Kita tidak bisa menunggu anak-anak masuk SD baru kita bicara pendidikan. Pendidikan usia dini sangat penting dan harus melibatkan semua pihak, termasuk orang tua," ucap Paulus.
Ia juga menyoroti pentingnya data akurat terkait jumlah anak usia dini di Rote Ndao.
Dari 197 lembaga PAUD yang ada, tercatat sekitar 3.000 anak menjadi peserta didik. Namun, Bupati mempertanyakan apakah itu mencerminkan keseluruhan populasi anak usia dini di kabupaten tersebut.
"Apakah hanya 3.000 anak saja? Atau masih banyak yang belum terlayani? Ini penting untuk kita integrasikan dalam perencanaan ke depan," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti keterkaitan antara pendidikan PAUD HI dengan upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak bisa dipisahkan dari aspek ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat.
Ia juga menyentil budaya lokal yang dianggap turut berkontribusi terhadap kemiskinan dan stunting, seperti tingginya biaya mahar pernikahan dan kebiasaan adat yang menghambat produktivitas masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pemkab-Rote-dan-UNICEF.jpg)