Sosok dan Profil
Sosok Andreas Asanban, Difabel yang Mengais Rejeki Melalui Pijat Reflektif
Meski punya keterbatasan fisik, pria Difabel kelahiran Agustus 1985 itu punya keahlian pijat. Jasanya dihargai Rp 50.000/pasien.
Hampir seminggu terakhir, jumlah pasien kian berkurang. Kadang satu orang.
Bahkan kadang tak ada sama sekali. Andreas berusaha untuk tak mengeluh. Dia tetap membuka tempat pijat sedari pagi hingga pukul 21.00 Wita.
Meski terlahir dengan keterbatasan mata, namun putra asal Desa Lewonara, Kecamatan Adonara Timur yang berdomisili di Kelurahan Puken Tobi Wangibao, Kecamatan Larantuka, itu tak pernah putus asa dengan keadaannya yang difabel.
"Saya juga bisa datang langsung ke rumah, sering dengan ojek, tetapi kebanyakan mereka yang datang jemput saya," katanya. (Cbl)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Andreas-Asanban-sosok-Difabel-tengah-memijat-pasiennya.jpg)