TTU Terkini

Kepala BNPB RI Resmikan Sumur Bor di Desa Kiuola Timor Tengah Utara NTT

Pembangunan sumur bor di Provinsi NTT menghadapi sejumlah tantangan dan kendala yang cukup besar. 

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
PERESMIAN SUMUR BOR-Pose Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, M.M melaksanakan peresmian sumur bor di Desa Kiuola. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, M.M memimpin langsung peresmian bantuan sumur bor secara serentak se Provinsi Nusa Tenggara Timur di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Kamis (28/8/2025). Kepala BNPB RI beserta rombongan, disambut Sekda TTU, Forkompinda Kabupaten TTU, Kepala BPBD TTU, Camat Noemuti, Kepala desa dan perangkat beserta masyarakat Desa Kiuola.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB meresmikan sebanyak 39 titik sumur bor bantuan dari BNPB. Sumur bor tersebut tersebar di 13 Kabupaten di Provinsi NTT.

Saat diwawancarai, Kepala BNPB Republik Indonesia (RI), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, M.M mengatakan, peresmian ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Provinsi NTT di Desa Kiuola. Titik bantuan sumur bor yang lain mengikuti peresmian secara virtual.

Menurutnya, dari total 39 titik, pembangunan 35 titik sumur telah tuntas 100 persen. Sementara itu, ada sejumlah titik yang mengalami kendala yakni di Nagekeo, Sabu Raijua, Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan.

Baca juga: Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat dan Kapolres TTU Kunjungi Korban Penembakan

Pembangunan sumur bor di Provinsi NTT menghadapi sejumlah tantangan dan kendala yang cukup besar. 

Biaya pengeboran berkisar Rp. 400.0000.000 sampai Rp. 800.0000.0000. Ihwal biaya yang fantastis tersebut, kata Letjend Suharyanto, tidak menjadi halangan bagi pemerintah dalam menunjang kebutuhan dasar masyarakat dan kesejahteraan mereka.

"Karena air bersih adalah prioritas utama bagi NTT," ujarnya.

Dikatakan Letjend Suharyanto, bantuan sumur bor merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto demi memastikan ketersediaan air yang cukup bagi masyarakat di akar rumput. Hal ini didukung oleh lokasi pengeboran sumur bor di wilayah-wilayah ekstrem.

Ia menegaskan bahwa, Presiden Prabowo sangat peduli terhadap kesulitan yang dialami oleh masyarakat akar rumput. Kepedulian ini didorong oleh rasa cinta yang luar biasa kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNPB dan jajaran yang telah menentukan titik pengeboran sumur di Desa Kiuola. Pasalnya, sebelum bantuan sumur bor ini disalurkan, masyarakat harus berjalan kaki sejauh 500 meter hingga 1 kilometer untuk memperoleh air bersih.

Ia menjelaskan, sebanyak tiga titik sumur bor bantuan BNPB yang menyasar Kabupaten TTU yakni di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, dan Desa Luniup, Kecamatan Biboki Moenleu dan Desa Kuaken, Kecamatan Noemuti Timur.

Bantuan sumur bor ini bakal mencukupi kebutuhan air bersih 287 kepala keluarga di Desa Kiuola. Terlebih khusus sebanyak 112 kepala keluarga yang bermukim di sekitar lokasi tersebut.

Sebagai informasi, sumur bor tersebut ditunjang dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti 1 bak reservoir utama, 6 bak penampung yang  desa tersebut. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS  

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved