Ramadan 2026
9 Taushiyah Majelis Ulama Indonesia Jelang Ramadhan 1447 H/2026 M
Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menerbitkan 9 Tausyiah menjelang Ramadhan 1447/ 2026 M, berikut daftarnya
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Ringkasan Berita:
- Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menerbitkan 9 Tausyiah jelang Ramadhan 1447 H/2026 M.
- Taushiyah ini disampaikan sebagai pedoman bagi umat Islam dalam menyambut dan mengisi Ramadhan dengan penuh keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.
- Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa.
POS-KUPANG.COM – Menjelang Ramadhan 1447/ 2026 M, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) melalui Dewan Pimpinan Pusat resmi menerbitkan 9 Taushiyah.
Adapun 9 Tausyiah Majelis Ulama Indonesia tersebut antara lain; Mengingatkan seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib puasa dan tidak memiliki uzur syar’i agar menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas.
Dikutip dalam laman resmi Majelis Ulama Indonesia, mui.or.id, 9 Taushiyah ini disampaikan sebagai pedoman bagi umat Islam dalam menyambut dan mengisi Ramadhan dengan penuh keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.
Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa agar menjadi insan yang bertakwa.
Baca juga: Awal Puasa 2026 Berbeda, Menteri Agama: Tidak jadi Sumber Perpecahan
Berdasarkan firman Allah SWT:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2] : 183)
Selain itu, ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang berpuasa dan menghidupkan Ramadhan dengan iman serta mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Berikut Sabda Rasulullah SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim).
Berikut Daftar 9 Tausyiah Majelis Ulama Indonesia jelang Ramadhan 1447 H/2026 M:
1. Mengingatkan seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib puasa dan tidak memiliki uzur syar’i agar menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas. Umat Islam juga diimbau mempersiapkan kesehatan fisik dan mental serta menjaga kebersihan dan kerapian masjid, mushalla, surau, dan rumah agar suasana Ramadhan berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.
2. menjaga sikap toleransi dan saling menghormati antara mereka yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, terutama demi menjaga kekhusyukan dan keagungan bulan suci Ramadhan.
Baca juga: Begini Tanggapan MUI Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2026 di Indonesia
3. Mensyiarkan Ramadhan dengan memakmurkan masjid melalui shalat Tarawih berjamaah, qiyamul lail, khataman Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta memperbanyak sedekah di lingkungan masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/majelis-ulama-indonesia-mui.jpg)