Sabtu, 13 Juni 2026

NTT Terkini 

Anggota DPD RI Angelo Wake Kako dan Pemerintah di NTT Dialog Bahas Pengembangan Ternak

Tekstur pada daging sapi NTT jauh lebih berserat dan lebih terasa manis. Dwita Deo meminta agar pengembangan difokuskan pada ternak lokal. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
DIALOG - Anggota DPD RI Angelo Wake Kako ketika berdialog dengan pimpinan OPD, kampus dan kepala daerah di NTT membahas tentang pengembangan ternak. Jumat, (12/6/2026) di Kantor DPD RI Perwakilan NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota DPD RI Angelo Wake Kako (AWK) bersama sejumlah pimpinan OPD dan Kepala Daerah di NTT melakukan dialog dan membahas pengembangan ternak di wilayah NTT, Jumat (12/6/2026) di Kantor DPD RI Perwakilan NTT. 

Sebelum dilaksanakan dialog, Pemerintah Provinsi NTT menerima 3.000 dosis semen beku untuk inseminasi buatan sapi. Gubernur NTT Melki Laka Lena menerima bantuan itu dari Direktur Pembibitan dan Produksi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI Dr. Hary Suhada

AWK yang juga pimpinan pada Komite II DPD RI itu kemudian memimpin diskusi yang dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Asisten III Pemprov NTT Yohanes Oktavianus, Plt Kepala Dinas Peternakan NTT drh. Melky Angsar serta pimpinan OPD dan kampus. 

Salah satu perwakilan dari Balai Karantina NTT dalam dialog meminta agar semua pihak bisa membantu pengawasan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih melanda Indonesia. NTT, dengan status hijau masih rawan terkontaminasi. 

Baca juga: AWK Gagas Gerakan Senator Inseminator, Dorong Peningkatan Kualitas Ternak

Terutama, jika pengawasan yang tidak maksimal. Apalagi, beberapa kali Balai Karantina NTT dan aparat Kepolisian kerap mengamankan dugaan penyeludupan hewan dari wilayah lain.

Direktur Politani Kupang Johanis A Jeremias menambahkan, pihaknya sangat mendukung adanya program inseminasi buatan (IB) pada ternak. Dalam acara itu, ia mengaku turut hadir bersama dosen yang fokus pada sektor peternakan. 

"Kami siap menjadi dari bagian dalam upaya meningkatkan populasi ternak di NTT," katanya. 

Dia melaporkan catatan kematian ternak khusus sapi jenis Bali rata-rata lebih dari 300 ekor pertahun. Dalam penelitian, ditemukan kerawanan itu berada pada enam bulan pertama kehidupan sapi. 

Iklim NTT yang cukup ekstrim memang menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat kematian. Sehingga, perlu ada intervensi dengan baik. Terutama sentuhan teknologi. 

"Kami menemukan protein dikasih berlebihan itu juga, sehingga intervensi dengan pakan berbasis lokal," katanya. 

Jeremias juga mendorong agar adanya peningkatan populasi ternak di NTT. Ia menyebutkan bahwa para pengusaha ternak otomatis akan membeli ternak ketika ada produksi dari peternak. 

Wakil Dekan I FKKH Undana Dr. Dwita A. Deo mengaku Undana akan siap dilibatkan dalam pelaksanaan mendukung program IB bagi ternak di NTT. Namun, Undana menyarankan agar peternak turut mengembangkan kualitas ternak lokal. 

"Itu sudah terbukti, dia sesuai dengan secara geografis di NTT. Jadi bagaimana sumber daya manusia itu meningkatkan kualitas, nutrisinya," katanya. 

Dwita Deo juga menyarankan agar peternak atau masyarakat dilatih agar dalam melakukan proses kawin silang pada ternak sesuai dengan syarat atau jenis ternak yang ditetapkan. Dengan begitu maka kualitas ternak juga meningkat. 

Ia membandingkan kualitas daging sapi dari NTT dengan wilayah lainnya.

Tekstur pada daging sapi NTT jauh lebih berserat dan lebih terasa manis. Dwita Deo meminta agar pengembangan difokuskan pada ternak lokal. 

"Kita maksimalkan sumber daya yang ada di masyarakat lokal untuk meningkatkan ras (ternak) lokal. Kalau kita pakai ras lain, mungkin bisa tapi apakah kualitasnya, kuantitasnya bisa sesuai yang kita harapkan?. Itu menjadi catatan kita karena geografis kita seperti ini," ujarnya. 

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan bantuan ribuan dosis semen beku IB itu bukan sekadar bantuan teknis, tetapi investasi untuk masa depan peternakan NTT. Itu agar mendorong peningkatan kualitas sapi. 

"Kalau sapi NTT makin berkualitas, yang ikut tumbuh bukan hanya ternaknya. Ekonomi keluarga peternak juga ikut naik kelas," katanya. 

Mantan Anggota DPR RI itu menyampaikan terima kasih untuk Pimpinan Komite II DPD RI, Angelo Wake Kako, yang telah menjembatani kebutuhan daerah dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Pembibitan dan Produksi Ditjen PKH Kementan RI. 

Baca juga: AWK Sebut NTT Sebagai Nusa Ternak Terintegrasi 

Menurut dia, NTT punya potensi besar menjadi lumbung ternak nasional. Dengan kerja sama semua pihak, bisa dipastikan manfaat program sampai ke kandang-kandang peternak, menghadirkan lebih banyak anak sapi, hingga lebih banyak peluang usaha. 

Angelo Wake Kako berkata, diskusi ini masih pada sisi hulu. Ia meminta agar semua yang terlibat dalam pertemuan itu melakukan agenda lanjutan, terkhusus dalam pemetaan dan rencana aksi. 

Menurut dia, konsumsi susu sapi di NTT bukan hal baru. Jauh sebelum itu, di Seminari Mataloko atau wilayah Flores dan beberapa Seminari lainnya di NTT, telah menjadikan susu sebagai kebutuhan pokok. 

Bahkan, kata dia, ini sebelum lahirnya gerakan mengonsumsi susu secara nasional ataupun pemenuhan di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu alasannya ia ingin agar produksi susu sapi dari NTT harus dikembalikan. 

"Kota Kupang harus menjadi pelabuhan keluar, kontainer untuk mengirim daging sapi. Kita ambil lagi kulit sapi, tulang sapi, cukup banyak yang selama ini kita buang semua. Kita juga mengirim daging," ujarnya. 

AWK mengatakan, dialog ini menjadi tahap awal sebagai langkah kolaborasi dengan instansi teknis yang ada di NTT. Ia juga akan melaksanakan program IB secara mandiri dalam waktu dekat untuk peternak di NTT. 

"Semoga sinergi ini berdampak kepada kesejahteraan peternak," katanya. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved