Kamis, 14 Mei 2026

Podcast Pos Kupang

Proyek Kinetik Nex Sasar Tiga Kota di Indonesia Timur 

Dua startup asal NTT yang masuk 15 besar hingga 8 adalah Kuantek (Kuan Timor Teknologi) dan Sumba Solusi Alam.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST - Impact Investing Ecosystem Manager Kinetik Hub, Dani Julian bersama host News Editor Pos Kupang, Novemy Leo dalam Podcast Pos Kupang, Rabu, 13/05/2026. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Isu iklim di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak termasuk Kinetik yang akhirnya menyasar tiga kota di Indonesia Timur yakni Ambon, Makassar dan Kupang. 

Impact Investing Ecosystem Manager Kinetik Hub, Dani Julian dalam Podcast Pos Kupang, Rabu, 13/05/2026 mengatakan, daerah-daerah di Indonesia punya isu iklim sendiri dan itulah salah satu alasan kenapa Kinetik Hub ada di NTT. 

Dani menjelaskan, Kinetik sendiri merupakan kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia dalam bidang iklim, energi terbarukan dan infrastruktur. 

"Kinetik Hub di sini dibangun untuk meningkatkan investasi di bidang iklim dan mendukung pemerintah Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi hijau. Projek ini ada, hasil dari pendanaan dari pemerintah Australia bekerjasama dengan Indonesia," kata Dani.  

Baca juga: Dibutuhkan Dukungan, Solusi Iklim Lokal Bermunculan di Indonesia Timur

"Kita juga ada partner utama yang melakukan kegiatan ini bersama New Energy Nexus Indonesia, salah satu ecosystem builder di Indonesia, kita melihat bahwa Nexus memiliki kapabilitas dan experience, pengalaman yang sudah mumpuni di Indonesia, membantu membentuk ekosistem di kewirausahaan iklim yang ada di Indonesia. 
Melalui program kita yang disebut Kinetik Nex kita memilih Indonesia bagian Timur. Kupang kita pilih sebagai lokasi untuk mendiseminasi hasil studi untuk hasil pemetaan yang kita lakukan di tiga kota ini," lanjut dia. 

Sebelumnya, kata Dani, sudah ada rangkaian kegiatan seperti audiensi, konsultasi bersama dengan pemerintah di NTT, juga NGO, CSO dan pelaku-pelaku usaha baik itu di bidang iklim ataupun non iklim yang ada di NTT. 

Menurut Dani, di Kupang sendiri, inovasi di bidang iklim melalui anak-anak muda sudah cukup banyak dan hal yang perlu diperhatikan dan disuarakan bersama adalah dukungan-dukungan yang tepat untuk menaungi dan mewadahi inovasi dari anak muda yang ada di Kupang dan NTT pada umumnya agar mereka mendapatkan support system yang tepat dan bisa menjawab isu-isu lingkungan yang ada di Kupang. 

Melalui Kinetik Nex, pendekatan yang dilakukan berbasis kewirausahaan yang diharapkan bisa merangkul anak-anak muda dengan ide-ide inovasi yang tepat untuk mengatasi isu lingkungan yang ada..

Sebagai bentuk dukungan Kinetik Nex sudah melakukan dua kali workshop yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, pelaku usaha yang ada di NTT. 

Tujuannya adalah untuk melihat ide dan kepekaan anak-anak muda di NTT terhadap isu lingkungan sekitar. 

"Mereka (peserta) sendiri beranggapan bahwa di NTT itu ada masalah kekeringan, kelangkaan air kemudian juga mereka insecure tentang ketahanan pangan karena impact dari isu lingkungan. Jadi kita melihat bahwa ternyata hasil dari diseminasi juga menyebutkan bahwa anak-anak muda di NTT ini mereka satu suara menyuarakan tentang kelangkaan air dan juga kekeringan karena mereka tahu kondisi alam yang ada di NTT," katanya. 

"Saya rasa mereka benar-benar berangkat dari pengetahuan mereka tentang isu lingkungan di daerah mereka masing-masing, itu sudah luar biasa mereka punya awareness terhadap itu, mereka juga mampu memetakan resource, jadi untuk mendukung ide mereka agar menjawab isu lingkungan mereka butuh siapa saja. Kalau dari segi pemerintah, mereka butuh support apa, kalau dari bank dalam hal ini untuk men-support modal, apa yang mereka butuhkan. Jadi lumayan mereka sudah bisa memetakan resource apa saja yang mereka butuhkan dalam hal ini untuk mendukung ide mereka. Ini yang harus kita jaga, momentum anak-anak muda kita yang mempunyai kepedulian atas lingkungan mereka dan ingin mencarikan solusi melalui pendekatan kewirausahaan iklim dan ini membantu menjawab persoalan yang ada di sini," jelasnya.

Baca juga: NTT Percepat Penyusunan Panduan RAD API Kabupaten/Kota untuk Perkuat Ketahanan Iklim Daerah

Selain workshop, kata Dani, pihaknya juga membuka kelas intensif inkubasi bisnis untuk startup-startup yang bergerak di bidang iklim dan energi bersih se-Indonesia. 

"Tahun lalu kita ada hampir 60 partisipan yang mendaftar untuk ikut program inkubasi bisnis dan kita sudah memilih 15 startup iklim dan energi bersih terbaik dari puluhan itu tadi, itu scoopingnya se-Indonesia dan NTT ada dua perwakilan startup iklim yang masuk ke 15 besar untuk mengikuti jelas inkubasi bisnis," ujar Dani. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved