Selasa, 12 Mei 2026

NTT Terkini 

Dibutuhkan Dukungan, Solusi Iklim Lokal Bermunculan di Indonesia Timur

Rekomendasi lainnya adalah pemanfaatan pengadaan pemerintah dan kemitraan secara lebih strategis untuk mendukung produk dan layanan hijau lokal. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PAPARKAN - Program Manager Christabel Putik dan Analis Kebijakan Attur Mehta dari KINETIK NEX ketika memaparkan temuan laporan Climate Entrepreneurship Ecosystem Mapping in Eastern Indonesia. Selasa, (12/5/2026) di Hotel Aston Kupang. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaku wirausaha di Indonesia Timur mulai mengembangkan berbagai solusi lokal yang menjanjikan untuk menghadapi perubahan iklim
  • Perubahan iklim  telah mulai berdampak nyata terhadap ekonomi daerah
  • Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam menambahkan, bisnis iklim menjadi pengungkit ekonomi

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Laporan Climate Entrepreneurship Ecosystem Mapping in Eastern Indonesia menemukan para pelaku wirausaha di Indonesia Timur mulai mengembangkan berbagai solusi lokal yang menjanjikan untuk menghadapi perubahan iklim.

Laporan tersebut, disusun sebagai bagian dari program KINETIK NEX Entrepreneurs’ Program, sebuah program inkubasi bisnis bagi startup iklim.  

Meski begitu, laporan tersebut juga menyoroti bahwa pelaku usaha masih menghadapi tantangan besar untuk bertumbuh dan berkembang. 

Menurut, Program Manager Christabel Putik dan Analis Kebijakan Attur Mehta dari KINETIK menjelaskan, laporan ini memetakan peluang dan tantangan yang dihadapi bisnis berbasis solusi iklim di Kupang, Ambon, dan Makassar. 

Baca juga: Wirausaha Iklim Harus Jadi Motor Transformasi Ekonomi Hijau NTT

Temuan laporan, kata dia, menunjukkan bahwa perubahan iklim  telah mulai berdampak nyata terhadap ekonomi daerah, sekaligus mendorong meningkatnya kebutuhan akan solusi praktis di sektor energi bersih, perikanan, pengelolaan sampah, dan air bersih.  

Di berbagai wilayah Indonesia Timur, para entrepreneur mulai menghadirkan solusi iklim berbasis lokal, mulai dari sistem air tenaga surya di Nusa Tenggara Timur, proyek ekonomi sirkular berbasis sampah di Makassar, hingga mesin pembuat es tenaga surya untuk sektor perikanan di Maluku. 

"Inovasi-inovasi ini berpotensi membantu daerah mencapai target adaptasi  dan mitigasi perubahan iklim," papar keduanya dalam 

Diseminasi Hasil Pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Iklim di Indonesia Timur, Dialog Pemangku Kepentingan Lokal dan Kunjungan Lapangan di Hotel Aston Kupang, Selasa (12/5/2026).

Namun di balik perkembangan tersebut, bisnis iklim masih menghadapi tantangan besar untuk berkembang dalam skala lebih luas.  

Akses pembiayaan menjadi salah satu  hambatan terbesar, terutama bagi bisnis  yang  sedang bertransisi dari tahap pilot project menuju operasional komersial awal. 

Dengan masih terbatasnya akses modal ventura di luar pusat ekonomi di Pulau Jawa, pinjaman usaha konvensional masih menjadi opsi pembiayaan utama. Sayangnya, bisnis berbasis solusi iklim juga kerap menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan tersebut. 

Laporan ini juga menyoroti bahwa sebagian besar program pendampingan usaha yang tersedia saat ini masih dirancang untuk UMKM secara umum, sehingga belum sepenuhnya menjawab kebutuhan spesifik bisnis iklim. 

 “Indonesia Timur tidak kekurangan inovasi. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan yang lebih kuat agar solusi-solusi iklim ini  dapat berkembang dalam skala yang lebih  besar,” ujar Direktur KINETIK, John Brownlee menambahkan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved