Senin, 4 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan  Harian Katolik Jumat Agung 3 April 2026: Sudah Selesai! 

Ibadat Jumat Agung menghadirkan kepada kita kebenaran iman, tentang kerahiman Allah yang besar  bagi dunia yang penuh dosa. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MAXI UN BRIA
RD. Maxi Un Bria 

Yoh 18:1-19:42

Oleh: RD. Maxi Un Bria
Rohaniawan Keuskupan Agung Kupang; Ketua UNIO Indonesia.

POS-KUPANG.COM - Yesus taat dan setia melaksanakan  kehendak Bapa-Nya sampai selesai. 

Ia menerima hukuman mati tanpa berusaha untuk membela dirinya. Sekalipun Ia diludahi, dicambuk dan dihina bahkan sampai mati di atas kayu salib, ia tidak melawan. 

Ia tetap bertahan menjalani semuanya dengan rela. Sebab ia tahu dan yakin bahwa Nubuat nabi Yesaya akan terpenuhi dalam sejarah hidup-Nya.  

Firman Tuhan "Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil!  Ia akan ditinggikan,  disanjung dan dimuliakan! 

Baca juga: Doa Harian Katolik: Doa Mohon Syukur di Hari Kamis Putih

Seperti banyak orang tertegun melihat dia -rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi dan tampaknya tidak seperti manusia lagi- demikianlah ia  akan membuat tercengang banyak bangsa dan raja-raja akan mengatup mulutnya melihat dia! 

Sebab apa yang tidak diceriterakan kepada mereka, akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar, akan mereka pahami" (Yes 52:13-15 ).

Yesus pasrah dan menyerahkan diri-Nya secara total untuk dihukum mati demi menebus dosa-dosa kita.  Ia taat sampai mati di atas salib hingga pada akhirnya Ia berseru "Sudah selesai ”; Consummatum Est.

Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa penyaliban Yesus? 

Pertama,  Yesus Putera Allah  menjalani penderitaan dan siksaan yang hebat karena kejahatan dan dosa-dosa kita.

"Sesungguhnya dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan karena kejahatan kita, derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” ( Yes 53:3 ).

Kedua, setiap pengorbanan dan salib tidak pernah akan sia-sia. Allah telah memperhitungkannya  dan menyiapkan mahkota kemuliaan sebagai hadiahnya.  

Jalan salib dan kematian Yesus tidak berakhir pada kematian, melainkan terarah pada cahaya pengharapan kebangkitan yang mulia.

Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman "hamba-Ku, sebagai orang benar, akan membenarkan banyak orang  oleh hikmat-Nya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu, Aku akan membangikan kepadanya  orang-orang besar sebagai rampasan dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan diri kepada maut." (Yes 53:12 ).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved