Senin, 11 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026 “Tinggalah Dalam Kasih-Ku”

Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 15:7-21, Injil:  Yoh. 15: 9-11

Tayang:
Editor: Edi Hayong
dok-pribadi Bruder Pio Hayon SVD
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik untuk hari Kamis 7 Mei 2026 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Minggu Pekan Paskah V tanggal 7 Mei  2026 dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul “Tinggalah Dalam Kasih-Ku”.

Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 15:7-21, Injil:  Yoh. 15: 9-11

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Kamis pekan Paskah kelima terus menuntun kita pada inti hidup rohani: bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi tinggal dalam relasi kasih dengan Yesus. 

Hari ini tema “Tinggallah Dalam Kasih-Ku” terdengar sederhana, namun sesungguhnya menuntut keputusan batin: kasih yang dari Kristus adalah rumah, dan kita dipanggil untuk menetap di dalamnya—hingga buah kehidupan muncul.

Saudara-saudari terkasih

Bacaan perikop ini (Kis 15:7-21) berkisah tentang sidang jemaat perdana, di mana para rasul membahas bagaimana orang bukan Yahudi harus hidup dalam iman. 

Yang paling menonjol adalah cara mereka bersikap: mendengarkan kesaksian, menghubungkan dengan Sabda, lalu mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Allah. Kasih Gereja tampak dalam upaya menjaga persatuan tanpa menutup mata pada kebenaran.

Dalam Injil (Yoh 15:9-11) Yesus mengatakan bahwa kasih-Nya memberi dasar bagi kehidupan murid: “Tinggal dalam kasih-Ku” berarti hidup dalam kedekatan, bukan sekadar perasaan sesaat. 

Kasih itu dinyatakan melalui ketaatan pada Sabda: bukan beban, melainkan jalan untuk tetap dekat. Tujuannya bukan hanya supaya “benar”, tetapi supaya bersukacita: sukacita yang lahir dari hidup yang selaras dengan kehendak Allah. 

Poin refleksi kita adalah “Kasih Yesus”: Yesu menyatakan diriNya dalam Kasih. Apa yang paling sering membuat kita “keluar” dari kasih Yesus? Permenungan kita: apakah kita menjauh saat lelah, tersinggung, keras kepala, atau merasa tidak dipahami? 

Yesus mengundang kita kembali: kasih-Nya bukan hanya sesuatu yang kita pikirkan, tetapi sesuatu yang kita tinggali. 

“Tinggal dalam kasih”: Bagaimana kasih yang benar terlihat dalam pilihan harian kita? “Tinggal dalam kasih” tidak berhenti pada ucapan; ia tampak dalam tindakan seperti di rumah, tempat kerja, dan lingkungan sosial kita. 

Permenungan kita:  apakah kita memilih cara yang memulihkan relasi, mendahulukan kebaikan, dan berani berdialog seperti jemaat yang mencari kehendak Allah dalam Kisah Para Rasul? “Sukacita”: Yesus menjanjikan sukacita ketika orang tinggal dalam kasihNya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved