Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026 “Tinggalah Dalam Kasih-Ku”
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 15:7-21, Injil: Yoh. 15: 9-11
Oleh : Bruder Pio Hayon SVD
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Minggu Pekan Paskah V tanggal 7 Mei 2026 dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul “Tinggalah Dalam Kasih-Ku”.
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 15:7-21, Injil: Yoh. 15: 9-11
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Kamis pekan Paskah kelima terus menuntun kita pada inti hidup rohani: bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi tinggal dalam relasi kasih dengan Yesus.
Hari ini tema “Tinggallah Dalam Kasih-Ku” terdengar sederhana, namun sesungguhnya menuntut keputusan batin: kasih yang dari Kristus adalah rumah, dan kita dipanggil untuk menetap di dalamnya—hingga buah kehidupan muncul.
Saudara-saudari terkasih.
Bacaan perikop ini (Kis 15:7-21) berkisah tentang sidang jemaat perdana, di mana para rasul membahas bagaimana orang bukan Yahudi harus hidup dalam iman.
Yang paling menonjol adalah cara mereka bersikap: mendengarkan kesaksian, menghubungkan dengan Sabda, lalu mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Allah. Kasih Gereja tampak dalam upaya menjaga persatuan tanpa menutup mata pada kebenaran.
Dalam Injil (Yoh 15:9-11) Yesus mengatakan bahwa kasih-Nya memberi dasar bagi kehidupan murid: “Tinggal dalam kasih-Ku” berarti hidup dalam kedekatan, bukan sekadar perasaan sesaat.
Kasih itu dinyatakan melalui ketaatan pada Sabda: bukan beban, melainkan jalan untuk tetap dekat. Tujuannya bukan hanya supaya “benar”, tetapi supaya bersukacita: sukacita yang lahir dari hidup yang selaras dengan kehendak Allah.
Poin refleksi kita adalah “Kasih Yesus”: Yesu menyatakan diriNya dalam Kasih. Apa yang paling sering membuat kita “keluar” dari kasih Yesus? Permenungan kita: apakah kita menjauh saat lelah, tersinggung, keras kepala, atau merasa tidak dipahami?
Yesus mengundang kita kembali: kasih-Nya bukan hanya sesuatu yang kita pikirkan, tetapi sesuatu yang kita tinggali.
“Tinggal dalam kasih”: Bagaimana kasih yang benar terlihat dalam pilihan harian kita? “Tinggal dalam kasih” tidak berhenti pada ucapan; ia tampak dalam tindakan seperti di rumah, tempat kerja, dan lingkungan sosial kita.
Permenungan kita: apakah kita memilih cara yang memulihkan relasi, mendahulukan kebaikan, dan berani berdialog seperti jemaat yang mencari kehendak Allah dalam Kisah Para Rasul? “Sukacita”: Yesus menjanjikan sukacita ketika orang tinggal dalam kasihNya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bruder-Pio-Hayon-SVD-menulis-Renungan-Harian-Katolik.jpg)