Editorial
Editorial: Sentra Pembibitan Kelapa di Ngada
NGADA bermimpi menjadi pusat pembibitan di Pulau Flores. Dari Ngada, bibit-bibit yang berkualitas didistribusi untuk memenuhi kebutuhan petani
Ringkasan Berita:
- NGADA bermimpi menjadi pusat pembibitan di Pulau Flores. Dari Ngada, bibit-bibit yang berkualitas didistribusi untuk memenuhi kebutuhan para petani di berbagai daerah.
- Kini, Ngada mulai menata sebagai sentra pembibitan kelapa. Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pertanian melakukan pembibitan 500.000 bibit kelapa.
- Pembibitan kelapa dipusatkan di hamparan Malapau, Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - NGADA bermimpi menjadi pusat pembibitan di Pulau Flores. Dari Ngada, bibit-bibit yang berkualitas didistribusi untuk memenuhi kebutuhan para petani di berbagai daerah.
Kini, Ngada mulai menata sebagai sentra pembibitan kelapa. Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pertanian melakukan pembibitan 500.000 bibit kelapa. Pembibitan kelapa dipusatkan di hamparan Malapau, Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara.
Bibit kelapa terdiri dari tiga varietas unggul, didatangkan dari Adonara (Kabupaten Flores Timur), Maumere (Kabupaten Sikka) dan Riung (Kabupaten Ngada).
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek, pembibitan kelapa tidak hanya berorientasi pada produksi, melainkan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.
Proses pembibitan melibatkan masyarakat. Mereka terlibat sangat aktif. Sambil bekerja, warga yang adalah petani sekaligus belajar langsung, dan hasilnya cukup baik.
Pertumbuhan bibit kelapa ditargetkan optimal sehingga dapat mulai didistribusikan. Ditargetkan, sekitar November - Desember 2026 bibit kelapa sudah bisa didistribusikan kepada petani. Adapun lokasi penanaman sudah dipetakan, tersebar di sembilan kecamatan.
Pemda Ngada tentu punya alasan mengapa memilih komoditi kelapa. Yang utama dan pertama, adalah kebutuhan kelapa masih sangat tinggi. Potensi pasar yang cukup besar itu membuat banyak petani tertarik membudidayakan komoditas perkebunan ini.
Selain karena hasilnya yang menguntungkan, budidaya kelapa juga relatif mudah. Kelapa sangat cocok ditanam pada dataran rendah, termasuk di Ngada dan wilayah Pulau Flores. Tak heran, kita sering menjumpai pohon kelapa di daerah pesisir laut.
Hal berikutnya, buah kelapa banyak diolah menjadi menjadi ragam kuliner, dari makanan, camilan, hingga minuman segar.
Kita mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemda Ngada. Kita berharap, mimpi menjadi sentral pembibitan benar-benar terwujud sehingga dirasakan dampakanya oleh masyarakat.
Pemda Ngada sudah sangat tahu bahwa investasi budidaya kelapa membutuhkan waktu lama. Butuh waktu enam tahun baru pohon kelapa bisa menghasilkan maksimal.
Dengan demikian, untuk jangka panjang, budidaya kelapa memang sangat menjanjikan. Pemerintah perlu memikirkan aktivitas lain bagi petani untuk mengisi interval waktu selama enam tahun menanti kelapa berbuah.
Kita berharap, agar niat mulia Pemda Ngada terwujud dengan baik, perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.
Perhatikan secara baik syarat tumbuh tanaman kelapa agar pertumbuhannya maksimal. Berikutnya, pemilihan bibit sangat menentukan pertumbuhan dan buah kelapa yang dihasilkan. Pastikan bibit yang digunakan merupakan bibit unggul bersertifikat. Hal lainnya, perhatikan cara budidaya kelapa yang benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bibit-kelapa.jpg)