Jumat, 17 April 2026

Editorial

EDITORIAL: Manfaat Prestasi Olahraga

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan SK terhadap ratusan atlet peraih medali bagi Indonesia di SEA Games Thailand 2025.

POS-KUPANG.COM/HO
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 
Ringkasan Berita:
  • KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat keputusan terhadap ratusan atlet peraih medali bagi Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
  • Mereka lulus menjadi anggota polisi tanpa tes. Atlet yang sudah sarjana langsung lulus dengan pangkat perwira atau inspektur dua (ipda). Sementara yang lulusan SMA atau sederajat lulus sebagai bintara.
  • Ini adalah penghargaan yang pantas dari mereka.Ada kebanggaan. Dari jumlah itu 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat keputusan terhadap ratusan atlet peraih medali bagi Indonesia di SEA Games Thailand 2025.

Mereka lulus menjadi anggota polisi tanpa tes. Atlet yang sudah sarjana langsung lulus dengan pangkat perwira atau inspektur dua (ipda). Sementara yang lulusan SMA atau sederajat lulus sebagai bintara.

Ini adalah penghargaan yang pantas dari mereka. Bonus uang memang mereka butuh, tapi masa depan lebih penting. Ketika kaki dan tangan sudah tidak lagi kuat bertarung, mereka butuh pegangan untuk hidup. Dan, seperti inilah yang dicita-citakan para atlet.

Ada kebanggaan. Dari jumlah itu, ada empat orang asal Provinsi NTT yang juga lulus polisi. Dari cabang pencaksilat, M Zaki Zikrillah Prasong lulus jalur sarjana. Antonius Efrem Tuke Eduk lulus sebagai bintara.

Dua srikandi futsal Indonesia, Quisepina Anastasia Olin dari Kabupaten TTU dan Asselah Lukuaku yang merebut medali perak futsal putri juga lolos jadi polisi.

Sebenarnya, bukan kali pertama Kapolri memberikan penghargaan seperti ini. Pada SEA Games Kamboja 2023, ada penghargaan serupa. Kala itu diperoleh pemain bola asal Kabupaten TTS, Frengky Missa.

Dia bersama timnas Indonesia merebut medali emas. Dengan demikian, sudah ada lima atlet asal NTT yang lulus polisi tanpa tes karena prestasi olahraga.

Penghargaan ini memang pantas mereka peroleh. Karena mereka sudah bekerja sangat keras untuk keharuman nama negara di dunia. Kita tak pernah tahu, seperti apa mereka memulainya hingga tahap  ini.

Kita tak tahu bagaimana dan berapa lama mereka berlatih. Ada banyak pengorbanan yang sudah dilakukan. Ada peluh dan darah yang mengalir.

Masa kecil hingga remaja mereka isi dengan latihan dan latihan. Tak ada yang tahu berapa sudah uang yang mereka keluarkan untuk bisa menjadi atlet terbaik. Persaingan itu tidak mudah.

Dari jutaan atlet silat di Indonesia misalnya, Antonius Tuke Eduk yang dipilih bertanding di kelas A putra untuk Indonesia. Mereka adalah yang terbaik di kelasnya masing-masing.

Kita baru mengenal mereka ketika sudah diberitakan oleh media massa. Kita pun hanya bisa mengucapkan proficiat dan rasa bangga karena atlet ini berasal dari daerah kita.

Dan, itu memang harus kita berikan. Apresiasi dan ucapan selamat atas kebanggaan yang sudah mereka berikan bagi negara.

Ada banyak hal yang bisa kita petik dari penghargaan ini. Menjadi tuan rumah di PON XXII 2028, NTT harus menyiapkan atletnya dengan baik. Prestasi dan penghargaan yang diterima Zaki dkk hendaknya menjadi vitamin bagi atlet muda lainnya.

Mungkin saat PON nanti, bukan Zaki dkk lagi yang bertanding atas nama NTT.

Asal tahu saja kalau prestasi olahraga saat ini menjanjikan masa depan yang cerah. Zaki sudah sering mendapatkan bonus dari pemerintah karena prestasinya. Dia bahkan sudah punya rumah sendiri hadiah dari Pemprov NTT.

Dan, penghargaan itu makin lengkap dengan bonus menjadi polisi.

Motivasi yang ditinggalkan Zaki, Tuke, Quisepina, Asselah dan Frengky Missa harus ditiru. Bahwa ketika Anda juara, akan ada bonus yang membayar tuntas apa yang sudah dilakukan untuk mencapai itu.

Berlatih lebih keras sejak dari sekarang. Karena untuk mendapatkan hasil yang beda, latihannya pun harus beda. Tidak biasa. Fokus pada tujuan, menjadi juara.

Ini yang mesti tertanam dalam pikiran para atlet. Motivasi harus dibangun dari diri sendiri. Tidak boleh kendor, tapi penuh semangat untuk menjadi juara.

Saat ini, dengan adanya perhatian penuh dari pemerintah, atlet tidak boleh takut akan diabaikan. Karena ketika kamu juara, meraih medali untuk daerah dan bangsa, penghargaan itu pasti akan datang dengan sendirinya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved