Kamis, 16 April 2026

Ngada Terkini

Menteri P3A RI Tinjau Rumah Aman Bajawa, Begini Komentarnya  

Menteri P3A Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Ngada

POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
KUNJUNGAN MENTERI- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., didampingi Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu saat berkunjung di Rumah Aman, Kamis 12 Februari 2026. 

Menurut Veronika Milo, peristiwa tragis yang menimpa YBR menjadi momentum kesadaran bersama agar semua pihak lebih peka terhadap lingkungan sosial, khususnya dunia anak.

Veronika Milo menekankan, penanganan persoalan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, UPTD P3A akan membangun koordinasi lintas sektor.

“Untuk hal seperti ini kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus membangun relasi kerja sama bersama stakeholder, baik lembaga pemerintahan, pemerintah desa, lembaga agama maupun LSM,” tegas Veronika Milo.

Sementara, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) mendesak Polres Ngada agar tidak terburu-buru menghentikan penyelidikan (SP3) dalam kasus kematian tragis seorang siswa SD di Kecamatan Jerebuu.

Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, menegaskan, kematian korban yang diduga bunuh diri wajib dilakukan autopsi forensik oleh dokter ahli forensik guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif.

“Demi penghormatan terhadap harkat dan martabat korban, kami terpanggil secara nurani untuk menyuarakan pentingnya autopsi forensik dalam kasus ini,” tegas Gabriel Goa dalam pernyataan resminya, Kamis (12/2/2026).

PADMA Indonesia terlebih dahulu menyampaikan duka cita mendalam atas kematian tragis anak asal Ngada tersebut.

Mereka menilai, proses pengungkapan kebenaran harus dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami mendukung total Kapolri dan Kapolda NTT untuk memastikan autopsi forensik dilakukan oleh dokter ahli forensik yang independen,” ujar Gabriel Goa(cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved