Rabu, 22 April 2026

Ngada Terkini

Menteri P3A RI Tinjau Rumah Aman Bajawa, Begini Komentarnya  

Menteri P3A Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Ngada

POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
KUNJUNGAN MENTERI- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., didampingi Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu saat berkunjung di Rumah Aman, Kamis 12 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi pasca insiden tragis meninggalnya Siswa Kelas IV SD di Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, dengan cara tidak wajar, Selasa (29/1/2026).
  • Setibanya di Bajawa, Arifatul Choiri Fauzi, yang didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, langsung mengunjungi Rumah Aman Bajawa.
  • Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
 
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Ngada dengan fokus utama meninjau layanan di Rumah Aman Bajawa, Kamis (12/2/2026).

Menteri Arifatul Choiri Fauzi tiba di Bandara Turelelo Soa dan disambut Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, SP, bersama Pejabat Sekda Ngada, para Asisten Setda, serta pimpinan perangkat daerah. 

Penyambutan ditandai dengan pengalungan selempang sebagai simbol penghormatan dari Pemerintah Kabupaten Ngada.

Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi pasca insiden tragis meninggalnya Siswa Kelas IV SD di Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, dengan cara tidak wajar, Selasa (29/1/2026).

Setibanya di Bajawa, Arifatul Choiri Fauzi, yang didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, langsung mengunjungi Rumah Aman Bajawa.

Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Di lokasi tersebut, Arifatul Choiri Fauzi mendengarkan paparan pengelola terkait mekanisme penanganan kasus, proses rehabilitasi, pendampingan psikososial, hingga dukungan lintas sektor yang selama ini berjalan. 

Arifatul Choiri Fauzi juga menyoroti kebutuhan penguatan layanan, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, maupun koordinasi antar instansi.

Selain meninjau fasilitas dan berdialog dengan para pendamping, Arifatul Choiri Fauzi turut menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang berada di Rumah Aman sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah pusat terhadap proses pemulihan korban.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja tiga hari Menteri P3A RI di Ngada, terhitung sejak (12/2/2026) hingga (14/2/2026), yang berfokus pada penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Usai dari Rumah Aman, Arifatul Choiri Fauzi bersama rombongan melanjutkan agenda ke Rumah Kevikepan Bajawa untuk berdialog dengan para pastor terkait peran lembaga keagamaan dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak serta membangun kolaborasi lintas sektor.

Kunjungan perdana ini diharapkan mempererat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif bagi perempuan dan anak di Kabupaten Ngada.

Kepala UPTD P3A Kabupaten Ngada, Veronika Milo, menegaskan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi secara intensif di sekolah-sekolah, terutama yang dinilai rentan.

“Akan melakukan edukasi secara intens kepada sekolah-sekolah, tidak hanya di Kecamatan Jerebu’u, tetapi juga sekolah-sekolah yang rentan,” ungkap Veronika Milo.

Menurut Veronika Milo, peristiwa tragis yang menimpa YBR menjadi momentum kesadaran bersama agar semua pihak lebih peka terhadap lingkungan sosial, khususnya dunia anak.

Veronika Milo menekankan, penanganan persoalan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, UPTD P3A akan membangun koordinasi lintas sektor.

“Untuk hal seperti ini kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus membangun relasi kerja sama bersama stakeholder, baik lembaga pemerintahan, pemerintah desa, lembaga agama maupun LSM,” tegas Veronika Milo.

Sementara, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) mendesak Polres Ngada agar tidak terburu-buru menghentikan penyelidikan (SP3) dalam kasus kematian tragis seorang siswa SD di Kecamatan Jerebuu.

Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, menegaskan, kematian korban yang diduga bunuh diri wajib dilakukan autopsi forensik oleh dokter ahli forensik guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif.

“Demi penghormatan terhadap harkat dan martabat korban, kami terpanggil secara nurani untuk menyuarakan pentingnya autopsi forensik dalam kasus ini,” tegas Gabriel Goa dalam pernyataan resminya, Kamis (12/2/2026).

PADMA Indonesia terlebih dahulu menyampaikan duka cita mendalam atas kematian tragis anak asal Ngada tersebut.

Mereka menilai, proses pengungkapan kebenaran harus dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami mendukung total Kapolri dan Kapolda NTT untuk memastikan autopsi forensik dilakukan oleh dokter ahli forensik yang independen,” ujar Gabriel Goa(cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved