Rabu, 20 Mei 2026

NTT Terkini

Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 26 Januari, Warga NTT Agar Tetap Waspada 

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI POS-KUPANG.COM
ILUSTRASI - Cuaca ekstrem yang kini melanda wilayah Nusa Tenggara Timur diprediksi sampai 26 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) hendaknya tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut.
  • Cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 26 Januari 2026.
  • Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia.
  • Keberadaan sistem ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia.

 

POS-KUPANG.COM - Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) hendaknya tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga pekan depan.

Cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 26 Januari 2026.

Pergerakan bibit siklon tropis 96S  yang memicu hujan lebat di Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir. 

Baca juga: Opini: BMKG dan Kesadaran Iklim

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia. 

Keberadaan sistem ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

"Meskipun bibit siklon tropis 96S saat ini telah melemah dan dinyatakan punah, namun dinamika atmosfer kembali menunjukkan adanya pembentukan Bibit siklon tropis 97S di wilayah Laut Timor," kata Andri,  Kamis (22/1/2026). 

Dikatakannya, dinamika tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebat sampai sangat lebat terutama di NTT dan NTB.  

Wilayah mana saja yang harus waspada?

Kondisi di atmosfer juga dipengaruhi aktifnya monsun asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan, lalu bergerak melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa. 

Pergerakannya disertai penguatan angin baratan di sekitar wilayah selatan Indonesia. 

Andri menyebut, aliran massa udara lembap berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di daerah terdampak. BMKG memprediksi cuaca ekstrem bakal berlangsung sampai 26 Januari 2026. 

"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang," ucap Andri. 

Wilayah yang perlu waspada, antara lain sumatera Selatan, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua serta Papua Selatan. 

Dinamika atmosfer diprediksi memicu hujan  

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memperkirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca. 

El Nino southern oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, dengan nilai southern oscillation index (SOI) cenderung positif. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved