Jumat, 29 Mei 2026

KKB Papua

TNI Terus Buru Kelompok OPM Yahukimo Pasca Pembunuhan 8 Pendulang Emas

TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama Batalyon Yamue diduga terlibat

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-DISPENAD via ANTARA
ILUSTRASI PASUKAN KOOPS HABEMA - Anggota Koops Habema saat mengevakuasi jenazah ke helikopter beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Aparat TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema memburu kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga telah membunuh delapan pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Adapun perisitwa berdarah itu terjadi pada Rabu 20 Mei 2026 lalu. 

“TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna lewat siaran pers dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-OPM (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Baca juga: 44 Penambang Selamat dari Serangan OPM

Letkol Inf M Wirya Arthadiguna mengatakan, TNI mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil itu dan akan memburu para pelaku.

Ia menambahkan, tindakan pembunuhan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM). Menurut dia, pembunuhan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM).

Saat ini, TNI bersama personel gabungan masih menyiapkan proses evakuasi korban dengan dukungan armada helikopter untuk menjangkau lokasi kejadian di wilayah pedalaman.

Pasca-insiden tersebut, situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih rawan, tetapi tetap terkendali. Koops TNI Habema juga meningkatkan patroli untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah terdampak.

Wirya mengatakan, kelompok OPM menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Wirya.

Tentara OPM menembak mati 8 orang

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengeklaim bahwa mereka menembak mati sebanyak delapan orang pendulang emas ilegal di Korowai, Kabupaten Yahukimo pada Selasa, 19 Mei 2026. 

Dalam video berdurasi lima menit yang diterima Kompas.com, Mayor Kopitua Heluka selaku Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo, mengatakan bahwa delapan orang yang ditembak merupakan intelijen yang menyamar untuk memata-matai pergerakan OPM di Yahukimo.

"Pasukan TPNPB OPM berhasil menembak mati delapan orang anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas illegal di Korowai," kata Kopitua Heluka dalam video yang diterima pada Rabu (20/5/2026) malam.

Selain itu, Kopitua Heluka menyebut, penembakan terhadap delapan pendulang ini sebagai aksi balasan atas tewasnya dua anggota OPM yang ditembak mati aparat keamanan pada 17 Mei 2026.

"Ini adalah aksi balasan kami terhadap penembakan oleh aparat terhadap dua anggota kami di Yahukimo pada hari Minggu kemarin. Kami juga bertanggungjawab atas penembakan ini," ujar Kopitua Heluka. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved