Kamis, 28 Mei 2026

KKB Papua

44 Pendulang Emas dari Distrik Awimbon Dievakuasi TNI 

Menurut TNI, para pendulang emas lari dari Kampung Kawe karena takut terhadap keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka

Tayang:
Editor: Ryan Nong
Antara
Aparat TNI mengawal pendulang emas yang berada di Pelabuhan Tanah Merah Boven Digoel, Papua Pegunungan setelah melarikan diri dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (24/5/2026) 

POS-KUPANG.COM, OKSIBIL -  Sebanyak 44 pendulang emas yang melarikan diri dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dievakuasi oleh personil TNI. 

Menurut TNI, para pendulang emas lari dari Kampung Kawe karena takut terhadap keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sedang beroperasi di wilayah tersebut.

Penerangan Koops Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam siaran pers pada Senin (25/5/2026), menyebut evakuasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi gangguan keamanan di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Walau demikian, Wirya tidak menjelaskan secara rinci kronologi mereka bisa melarikan diri dari kawanan OPM.

Baca juga: 10 Pendulang Emas Tewas Dibunuh, Masyarakat Diimbau Tidak Menambang di Wilayah Rawan Konflik 

Wirya hanya menjelaskan proses evakuasi bermula ketika ke 44 warga itu sampai di Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menggunakan tiga unit long boat dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon.

Setibanya di Pelabuhan Tanah Merah, seluruh warga langsung mendapat pengamanan dan pendampingan dari personel Koops TNI Habema bersama aparat gabungan guna menjalani pendataan, pemeriksaan, dan pengamanan lanjutan.

Setelah mendampingi para warga, personel Koops Habema langsung meningkatkan pengamanan di beberapa wilayah untuk memastikan masyarakat aman.

"Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta meningkatkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan," kata dia.

Wirya memastikan hingga saat ini ke 44 warga telah mendapat pelayanan terbaik dari jajarannya. Hingga saat ini, pihaknya terus memperkuat sinergi antar aparat terkait untuk memastikan seluruh wilayah aman dari aktivitas OPM.

Masyarakat diimbau tidak lakukan tambang ilegal

Masyarakat kembali diimbau agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik. Hal tersebut menyusul adanya peristiwa pembunuhan terhadap 10 pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Rabu, 20 Mei 2026 kemarin. 

Adapun kejadian serupa telah berulang kali terjadi dan memiliki risiko ancaman keselamatan yang sangat tinggi.

Selain berada di kawasan hutan lindung dan tidak terdapat aktivitas resmi, wilayah tersebut juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai upaya menunjukkan eksistensi keberadaan mereka di tingkat nasional maupun internasional. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, dikutip dari Kompas pada Sabtu (23/5/2026).

Pada September 2025, tercatat ada lima korban tewas dalam serangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved