Jumat, 15 Mei 2026

KKB Papua

Warga Bantah Nopison Tebai Anggota KKB

Menurutnya, korban saat itu sedang tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, melainkan tengah berkumpul bersama rekan-rekannya

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian usai baku tembak dengan KKB di Dogiyai pada Minggu (10/5/2026). 

POS-KUPANG.COM, DOGIYAI - Warga membantah pernyataan pihak kepolisian terkait status Nopison Tebai, korban penembakan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.

Pemuda Kampung Idadagi, Marianto Deba menyayangkan klaim kepolisian yang menyebut korban sebagai anggota KKB tersebut. Dia menyebut korban merupakan seorang pelajar aktif di SMA Negeri 2 Dogiyai.

Deba menjelaskan bahwa Nopison Tebai ditembak pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.20 WIT. Menurutnya, korban saat itu sedang tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, melainkan tengah berkumpul bersama rekan-rekannya di sebuah lapangan bola.

Baca juga: Ini Bukti Polisi Soal Pria Tewas di Dogiyai Anggota KKB

“Korban saat itu sedang bersantai bersama teman-temannya di lapangan bola. Mereka sedang mempersiapkan kegiatan pencarian dana. Namun, tiba-tiba terjadi penembakan yang mengakibatkan Nopison Tebai meninggal dunia,” ungkap Deba kepada media ini melalui sambungan telepon seluler, Minggu malam.

Deba berharap aparat keamanan dapat bertindak lebih hati-hati dan tidak gegabah dalam menggunakan senjata api tanpa alasan yang jelas.

Ia menekankan bahwa masyarakat sipil, terutama para pelajar dan pemuda, berhak mendapatkan rasa aman dalam beraktivitas.

“Kami berharap aparat keamanan tidak lagi melakukan tindakan penembakan tanpa alasan yang jelas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, dan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Pihaknya juga mengutuk keras tindakan penembakan tersebut yang telah merenggut nyawa seorang siswa sekolah menengah yang masih memiliki masa depan panjang.

“Kami mengutuk keras pelaku yang begitu mudah melepaskan peluru hingga menewaskan seorang anak murid SMA yang punya masa depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, aparat keamanan gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Dalam penindakan tersebut, satu anggota KKB dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026).

Plt. Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan respons atas serangkaian gangguan keamanan yang terjadi di jalur Trans Nabire-Enarotali sebelumnya.

Gangguan tersebut meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).

Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang tengah melaksanakan patroli rutin segera melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi.

“Saat patroli berlangsung pada Minggu (10/5) sekitar pukul 08.50 WIT, aparat mendapat gangguan tembakan dari kelompok bersenjata di Kampung Idadagi. Aparat kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan membalas tembakan tersebut guna melumpuhkan pelaku serta mengantisipasi gangguan keamanan lebih lanjut,” ungkap AKBP Denis dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu siang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved