Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional Terkini

Trump Ancam Ambil Paksa Hasil Pengayaan Uraium Iran

Rafael Grossi menyebut IAEA sedang memonitor cadangan uranium di Iran yang telah diperkaya sebelum perang terjadi. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Presiden AS Donald Trump terus melancarkan ancaman ke Iran 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengambil secara paksa hasil pengayaan uranium yang dikembangkan Iran.

Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah macetnya perundingan antara AS dan Iran. Donald Trump sendiri menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran melanjutkan program nuklir selama perundingan.

"Kami akan mendapatakannya. Kami akan mendapatkannya dengan satu atau lain cara," kata Trump dikutip Anadolu, Kamis (30/4/2026).

"Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Lebih baik mereka menyerahkan itu atau kami akan mengambilnya."

Baca juga: Perundingan Buntu, Peluang AS Agresi Iran Berlanjut

Di lain sisi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan upaya verifikasi atas program nuklir Iran saat ini masih terhambat situasi konflik.

Rafael Grossi menyebut IAEA sedang memonitor cadangan uranium di Iran yang telah diperkaya sebelum perang terjadi. 

Grossi pun menyebut inspektur IAEA sempat mengagendakan untuk meninjau fasilitas nuklir baru Iran pada Juni 2025 lalu. Namun, inspeksi ini terhalang oleh serangan AS-Israel tahun lalu.

"Akses (inspektur IAEA) sedianya pada tanggal 13 Juni (2025), pada hari serangan (AS-Israel) diluncurkan," kata Rafael Grossi.

Perundingan AS-Israel sendiri dilaporkan buntu karena Iran enggan melanjutkan negosiasi selama AS masih memblokade Selat Hormuz.

Pemerintah Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada AS dengan syarat membuka blokade di Selat Hormuz. Namun, Gedung Putih dilaporkan tidak puas dengan proposal tersebut. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved