Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional Terkini

Perundingan Buntu, Peluang AS Agresi Iran Berlanjut

Pemerintah AS dan Iran diketahui belum kembali berunding sejak Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/REUTERS
Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Ia menyebut peluang untuk kembali melakukan serangan ke Iran masih terbuka. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat berpeluang untuk kembali melakukan agresi ke Iran pasca perundingan kedua negara yang masih buntu.

Peluang itu diutarakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Kamis (30/4/2026). Ia menyebut pihaknya berpotensi melanjutkan perang dengan Iran.  

"Saya belum tahu apakah kami membutuhkannya (melanjutkan perang). Kami mungkin membutuhkannya," kata Trump dikutip dari Kompas.

Baca juga: Jet Tua Iran Hancurkan Pangkalan Amerika Serikat di Kuwait

Trump mengeklaim pihak Iran menginginkan kesepakatan damai. Namun, Presiden AS itu menyebut perundingan terhambat karena terjadi perpecahan di dalam pemerintah Iran.

"Kami memiliki masalah karena tidak ada yang tahu pasti siapa pemimpin mereka sebenarnya," kata Trump dikutip Al Jazeera.

Pemerintah AS dan Iran diketahui belum kembali berunding sejak Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak pada 22 April lalu.

Sebelumnya, Iran dilaporkan mengirimkan proposal perdamaian ke AS dengan syarat perundingan nuklir akan ditunda hingga akhir perang. Namun, Gedung Putih dilaporkan tidak puas dengan proposal tersebut.

Di lain sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pihaknya kini sulit mempercayai AS dalam perundingan. Pezeshkian menyoroti dua serangan AS yang dilakukan ketika kedua pihak tengah berunding.

Serangan pertama AS-Israel pada Juni 2025 lalu disebut diluncurkan saat Iran tengah terlibat perundingan nuklir. Kemudian, Pezeshkian menyebut serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 lalu juga terjadi di tengah perundingan nuklir.

"Selama proses negosiasi, AS dan rezim Zionis menyerang Iran dua kali dan ada kemungkinan hal itu terjadi lagi, yang menyebabkan Iran kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap Amerika Serikat,” kata Pezeshkian dikutip kantor berita IRNA. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved