Senin, 27 April 2026

Perang Israel Iran

Rusia-China Blokade Diskusi di DK PBB, Cegah AS Hukum Iran

Rusia dan China berupaya memblokade diskusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB ), Kamis (12/3/2026). 

Editor: Alfons Nedabang

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan kepada wartawan bahwa program nuklir negaranya bersifat damai. "Program nuklir Iran selalu bersifat eksklusif untuk tujuan damai," kata Iravani.

Dia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan mengakui upaya apa pun untuk menegakkan sanksi terhadap mereka. Sementara itu, Inggris dan Perancis menyatakan dukungan kepada AS dengan menyebut bahwa pengenaan kembali sanksi terhadap Iran adalah langkah yang adil.

Hal ini dikarenakan kegagalan Teheran dalam menanggapi kekhawatiran terkait program nuklirnya.

Perancis bahkan memperingatkan bahwa IAEA tidak lagi dapat menjamin sifat damai dari program tersebut. 

Mereka menyebut timbunan nuklir Teheran saat ini sudah cukup untuk membuat 10 perangkat nuklir.

Presiden AS Donald Trump terus menggunakan isu program nuklir ini sebagai pembenarannya untuk menyerang.

Awal bulan ini, Trump mengeklaim bahwa Iran akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua pekan jika AS tidak menyerang tiga situs nuklir utama pada Juni lalu.

Namun, klaim Trump tersebut memicu tanda tanya, mengingat sejumlah sumber menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS sendiri tidak mendukung pernyataan sang Presiden. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved