Perang Israel Iran
Rusia-China Blokade Diskusi di DK PBB, Cegah AS Hukum Iran
Rusia dan China berupaya memblokade diskusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB ), Kamis (12/3/2026).
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan kepada wartawan bahwa program nuklir negaranya bersifat damai. "Program nuklir Iran selalu bersifat eksklusif untuk tujuan damai," kata Iravani.
Dia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan mengakui upaya apa pun untuk menegakkan sanksi terhadap mereka. Sementara itu, Inggris dan Perancis menyatakan dukungan kepada AS dengan menyebut bahwa pengenaan kembali sanksi terhadap Iran adalah langkah yang adil.
Hal ini dikarenakan kegagalan Teheran dalam menanggapi kekhawatiran terkait program nuklirnya.
Perancis bahkan memperingatkan bahwa IAEA tidak lagi dapat menjamin sifat damai dari program tersebut.
Mereka menyebut timbunan nuklir Teheran saat ini sudah cukup untuk membuat 10 perangkat nuklir.
Presiden AS Donald Trump terus menggunakan isu program nuklir ini sebagai pembenarannya untuk menyerang.
Awal bulan ini, Trump mengeklaim bahwa Iran akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua pekan jika AS tidak menyerang tiga situs nuklir utama pada Juni lalu.
Namun, klaim Trump tersebut memicu tanda tanya, mengingat sejumlah sumber menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS sendiri tidak mendukung pernyataan sang Presiden. (*)
Sumber: Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Dewan Keamanan PBB
DK PBB
Iran
Amerika Serikat
Israel
POS-KUPANG.COM
| Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Tembak Pemasang Ranjau di Selat Hormuz |
|
|---|
| Eropa dan NATO Matangkan Misi Militer Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Wamenlu Iran: Kami Tidak Menerima Gencatan Senjata |
|
|---|
| Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz 24 Jam Pertama, Pelabuhan Iran Lumpuh |
|
|---|
| Iran Miliki Satelit Mata-mata China, Pantau Militer Amerika Serikat |
|
|---|