Senin, 27 April 2026

KKB Papua

Bupati Ungkap Latar Kasus Penembakan ASN Yahukimo

Pelaku penembakan diduga kuat merupakan anggota KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.

Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Seorang anggota KKB berinisial OE yang masuk DPO kasus penembakan anggota TNI Sertu Anumerta Ismunandar dari Satgas Elang saat dirawat di rumah sakit. EO tewas ditembak Satgas Damai Cartenz karena melawan saat ditangkap. 

POS-KUPANG.COM - Yemis Yohame, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo,  tewas diduga ditembak anggota KKB pada Selasa (21/4/2026) malam. 

Korban yang merupakan putra daerah aktif ini diketahui menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah suasana kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tanah Papua.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi penembakan tersebut terjadi di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 20.20 WIT.

Baca juga: Kepala Suku Sinak Larang Warga Terlibat Aktivitas KKB

Saat kejadian, Yemis Yohame sedang berada di depan rumahnya yang terletak di pinggir jalan untuk mengakses jaringan Wi-Fi. Secara tiba-tiba, pelaku melepaskan tembakan yang mengenai dada sebelah kanan korban.

Sesaat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Yemis tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT akibat luka tembak serius yang dideritanya.

Pelaku penembakan diduga kuat merupakan anggota KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas resmi para pelaku.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan tindakan tegas.

"Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini," tegas Wirya dalam keterangan resminya.

Diduga, kelompok tersebut melarikan diri ke dalam hutan usai melancarkan aksinya.

Bantahan Bupati Yahukimo Terkait Isu Politik 

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, memberikan klarifikasi terkait identitas korban dan kaitan peristiwa ini dengan situasi politik. Didimus membantah kabar yang menyebut korban adalah Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati.

"Meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah, statusnya adalah ASN aktif sebagai Kasubag di Dinas Perumahan," kata Didimus, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Didimus menegaskan bahwa insiden berdarah ini merupakan tindakan kriminal murni dan tidak berkaitan dengan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Papua pada 20-22 April 2026.

"Terima kasih pak Wakil Presiden sudah datang ke Yahukimo. Di sini saya tegaskan, kejadian penembakan tidak ada kaitan atau hubungan dengan kunjungan Wakil Presiden," ujar Didimus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved