Pendidikan Tinggi
UMM Lahirkan Doktor Sosiologi Militer dari Timor Leste
Julio yang mengajar juga di Universitas Nasional Timor Leste itu membawa refleksi tentang masa depan pertahanan Timor Leste
POS-KUPANG.COM, MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melahirkan satu lagi doktor dalam bidang militer khusunya sosiologi militer. Doktor baru itu merupakan mantan Menteri Pertahanan Timor Leste yang kini lebih aktif sebagai akademisi dan pengajar di berbagai kampus.
Julio Tomas Pinto, mantan menteri yang resmi menyandang gelar doktor sosiologi militer itu mempertahankan disertasinya tentang transformasi militer negara Timor Leste dari basis perjuangan menuju institusi profesional di Ruang sidang doktoral di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu 14 Februari 2026.
Julio yang mengajar juga di Universitas Nasional Timor Leste itu membawa refleksi tentang masa depan pertahanan Timor Leste.
Hampir empat tahun ia menempuh studi doktoral di Malang. “Saya sudah lama kuliah di sini, hampir empat tahun. Hari ini saya mempresentasikan riset tentang transformasi militer Timor Leste menuju profesionalisme, dan puji Tuhan dinyatakan lulus,” ujarnya.
Dalam disertasi berjudul Transformasi Militer Timor Leste Dari Perjuangan Menuju Profesionalisme, Julio membedah proses profesionalisasi militer sebagai fondasi penting dalam konsolidasi demokrasi negara pascakonflik.
Ia menyoroti perubahan struktur, budaya organisasi, hingga relasi antara militer dan masyarakat sipil dalam masa transisi politik.
Menurutnya, profesionalisasi militer di negara kecil memiliki tantangan tersendiri. “Transformasi ini bukan menghapus identitas lama, melainkan menata ulang nilai dan tradisi gerilya agar selaras dengan tuntutan institusi modern,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, militer harus berdiri netral dan fokus pada fungsi pertahanan. Tidak terlibat politik, tidak masuk ke ranah bisnis, dan tidak melampaui mandat konstitusional.
Timor Leste sendiri, kata dia, telah menetapkan dalam undang undang pertahanan bahwa militernya bersifat self defense force. “Tentara kami hanya untuk pertahanan, bukan ofensif. Sebagai negara kecil, diplomasi dan soft power harus dikedepankan,” jelasnya.
Hubungan regional juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Julio menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang turut berkontribusi dalam profesionalisasi militer Timor Leste, bersama Australia dan sejumlah negara demokratis lain melalui kerja sama pertahanan dan pendidikan.
Julio menambahkan, bahwa gelar doktor bukan garis akhir. Ia melihatnya sebagai tanggung jawab moral untuk terus mengawal reformasi pertahanan di Timor Leste agar konsisten dengan prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
“Ini bagian dari kontribusi saya untuk memastikan militer kami profesional dan berorientasi pada perdamaian,” katanya.
Sementara itu, keputusannya memilih UMM bukan tanpa alasan. Ia pernah menjadi alumni kampus tersebut dan memahami kultur akademiknya. “Saya tahu karakter akademik di sini. Karena itu saya kembali untuk memperdalam ilmu sosial,” katanya.
Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik, SE MSi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai topik yang diangkat sangat relevan bagi negara yang tengah membangun sistem kelembagaan modern.
“Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Julio Tomas Pinto dan pimpinan pascasarjana yang telah mengantarkan beliau meraih gelar doktor di bidang sosiologi. Tema yang diangkat sangat strategis karena berbicara tentang transformasi organisasi dalam konteks kebangsaan,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Julio-Tomas-Pinto-tengah-resmi-menyandang-gelar-doktor-sosiologi-militer-dari-UMM.jpg)