Timor Leste
Warga Indonesia di Timor Leste Diminta Tak Ikut Demonstrasi
KBRI mengimbau seluruh WNI di Timor Leste agar tetap tenang dan menjauhi kawasan sekitar parlemen.
“Rumor yang beredar mengatakan, mobil-mobil itu sudah dalam perjalanan. Karena itulah kami tetap di sini untuk memastikan uang pajak rakyat tidak disalahgunakan,” kata Trinito Gaio (42), salah satu demonstran, kepada AFP.
Aksi yang berlangsung sejak awal pekan sempat diwarnai ketegangan. Para demonstran membakar ban, merusak gedung pemerintah, hingga melempari polisi dengan batu.
Aparat merespons dengan gas air mata, bahkan seorang mahasiswa mengaku terkena tembakan gas air mata saat berada di depan kampusnya.
“Saya marah karena mereka ingin membeli mobil mewah untuk bekerja, sementara rakyat masih menderita,” kata seorang mahasiswi yang enggan disebutkan namanya kepada BBC.
Baca juga: Rencana Pemerintah Beli Mobil Dinas Baru untuk Parlemen Timor Leste Sulut Demo Ricuh
Isu mobil dinas dan pensiun seumur hidup hanya menjadi pemicu dari kemarahan publik yang lebih besar.
Diketahui, gaji anggota parlemen Timor Leste mencapai 36.000 dollar AS (sekitar Rp 592 juta) per tahun, lebih dari 10 kali lipat rata-rata pendapatan tahunan warga yang hanya sekitar 3.000 dollar AS (sekitar Rp 49 juta).
“Orang-orang sudah jenuh,” lanjut Cesar. “Ini bukan hanya soal mobil, tapi soal ketidakadilan,” imbuhnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mahasiswa-menggelar-demo-di-ibukota-Timor-Leste.jpg)