Minggu, 3 Mei 2026

KKB Papua

Dua Pentolan KKB Papua Berakhir Tragis di Tangan TNI

Lucky menekankan, langkah tegas tersebut dilandasi prinsip salus populi suprema lex esto

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Foto kontak tembak TNI dan KKB Papua di Nduga 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Nasib dua pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB), Jeki Murib dan Lau Gwijangge berakhir tragis. Kedua tokoh KKB itu ditembak mati TNI dalam operasi di Papua.

Jeki Murib merupakan Komandan Operasi (Danops) Kepala Air Kodap I8 Ilaga, sedangkap Lau Gwijangge menjabat Komandan Wilayah (Danwil) Mugie.

TNI menembak mati dua bos OPM itu di lokasi dan waktu berbeda. Jeki Murib dilumpuhkan di Desa Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (20/4). Kemudian Lau Gwijangge di Kampung Goa Batu, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Jumat (24/4).

Baca juga: Kronologi KKB Tembak 2 Warga Sipil di Yahukimo: Pelaku Buntuti Korban

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kelompok Jek Murib awalnya menembak aparat yang patroli. Kontak tembak pun tak terhindarkan karena aparat melepaskan tembakan balasan.

"Benar, Jeki Murib terpaksa kita lumpuhkan setelah yang bersangkutan dan kelompoknya melakukan serangan mendadak terhadap prajurit TNI," ujar Lucky Avianto dikutip Minggu (28/4/2026).

Lucky menekankan, langkah tegas tersebut dilandasi prinsip salus populi suprema lex esto. Artinya, tindakan yang dilakukan demi keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

"Jeki Murib berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan, meski situasi saat itu sangat terjepit," ungkap Lucky.

Jasad Jeki Murib kemudian dibawa kabur oleh anak buahnya. Kabar tewasnya Jeki Murib juga beredar melalui jaringan simpatisan KKB/TPNPB-OPM di berbagai platform media sosial.

"Dari hasil pemantauan di lokasi, terlihat Jeki Murib yang tertembak sempat diseret oleh anggota kelompoknya menjauh dari titik persembunyian," bebernya.

Lucky mengungkapkan Jeki Murib terlibat sejumlah aksi teror dan penyerangan di wilayah Papua. Di antaranya pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), Simson Mulia di Mimika.

"Ia diduga kuat sebagai otak di balik serangkaian aksi kekerasan, termasuk pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Simpon Mulia," katanya.

Penembakan terhadap Simson Mulia terjadi di area Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Rabu (11/3) lalu. Korban tewas ditembak di bagian kepala setelah melaksanakan pekerjaan di lokasi bersama rekannya.

Jeki Murib dan kelompoknya juga terlibat dalam pembunuhan pekerja pembangunan puskesmas di Desa Eromaga. Selain itu melakukan penembakan di Bandara Amingaru, Distrik Omukia, Puncak.

Pelaku juga terlibat pembakaran gereja di Desa Pinapa hingga pembakaran sekolah di Desa Pinggil. Jeki Murib pun teridentifikasi melakukan perusakan dua unit rumah bupati dan kantor pemerintah Kabupaten Puncak pada pertengahan 2025.

Lucky menegaskan penindakan tegas terhadap Jeki Murib menjadi komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara. Langkah ini semata-mata melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan bersenjata.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved