Selasa, 14 April 2026

Timor Leste

Timor Leste Mulai Susun Rencana Aksi Emisi Penerbangan

Adapun penyusunan rencana aksi emisi penerbangan itu didampingi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
AERO DILI - Maskapai penerbangan Aero Dili menambah satu armada pesawat jenis Airbus A319 nomor registrasi 4W-AA0 untuk mendukung peningkatan operasi internasional. Pesawat yang tiba pada Jumat, 21 Maret 2025 ini merupakan pesawat kedua dari Aero Dili setelah Airbus A320. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Otoritas Penerbangan Sipil Timor Leste (Civil Aviation Authority of Timor Leste/CAA TL) mulai menyusun rencana aksi pengurangan emisi karbon dioksida (CO₂).

Penyusunan rencana aksi emisi penerbangan tersebut dilakukan guna memperkuat komitmen lingkungan penerbangan global berkelanjutan.

Adapun penyusunan rencana aksi emisi penerbangan itu didampingi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pendampingan dilakukan pada 2–4 September 2025 di Dili.

Pendampingan dalam penyusunan State Action Plan (SAP) to Reduce CO₂ Emissions from International Aviation, menjadi langkah awal bagi Timor Leste dalam merumuskan SAP pertamanya.

Baca juga: Jalaur Strategis Timor Leste di ASEAN, Mengubah Akses Menjadi Dampak

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangannya mengatakan pendampingan itu menjadi bukti nyata peran aktif Indonesia dalam mendukung upaya global menekan emisi karbon dari penerbangan internasional.

"Indonesia bangga dapat mendampingi Timor Leste menyusun SAP pertamanya, sekaligus berbagi pengalaman dalam mewujudkan penerbangan yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Lukman dikutip dari Antara.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Environment Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Hubud Kemenhub Sayuta Senobua mengatakan pendampingan itu merupakan bagian dari SAP Buddy Programme International Civil Aviation Organization (ICAO).

Hal itu mempertemukan negara berpengalaman seperti Indonesia untuk membantu negara mitra membangun kapasitasnya. 

Sebanyak 35 peserta dari berbagai pemangku kepentingan di Timor Leste terdiri atas regulator, maskapai, bandara, penyelenggara navigasi, penyedia bahan bakar, hingga ground handling, turut berpartisipasi.

Agenda kegiatan mencakup lokakarya interaktif mengenai kerangka kerja lingkungan ICAO, penyusunan SAP, implementasi CORSIA, serta pelatihan penggunaan perangkat lunak ICAO seperti Environmental Benefit Tool (EBT) dan CORSIA CO₂ Estimation and Reporting Tool (CERT).

“Kerja sama ini mencerminkan semangat solidaritas antarnegara anggota ICAO. Indonesia bangga berbagi pengalaman agar Timor Leste dapat merumuskan SAP yang komprehensif dan efektif, demi mewujudkan penerbangan global berkelanjutan,” ujar Sayuta.

Dari kegiatan asistensi itu, disepakati beberapa hasil penting, antara lain penyelesaian draf awal SAP, target penyampaian SAP ke ICAO sebelum Sidang Majelis ke-42, penyusunan information paper bersama, serta rencana on the job training bagi tim Timor Leste di Bali.

Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kapasitas Timor Leste dalam memenuhi standar lingkungan penerbangan internasional, tetapi juga menegaskan peran Indonesia sebagai mitra strategis dan pemain kunci dalam diplomasi penerbangan di tingkat regional maupun global, katanya menambahkan. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved