Opini
Opini: Komentar Apa Lagikah yang Tersisa?
Pedagang bakso lebih tragis lagi. Dulu pelanggan bertanya, “Baksonya isi apa?” Sekarang bertanya, “Kuahnya gratis kan?”
Puasa belanja.
Puasa nongkrong.
Puasa jajan.
Puasa bahagia.
Sementara itu para pedagang kecil terus mendengar kabar-kabar optimistis.
Ekonomi kuat.
Fundamental kokoh.
Konsumsi terjaga.
Daya beli membaik.
Mereka mendengarkan sambil melihat lapaknya yang kosong. Lalu mengangguk. Karena kalau tidak mengangguk, nanti dianggap tidak memahami teori.
Padahal mereka memahami teori paling sederhana: Kalau pembeli tidak datang, teori apa pun tidak bisa dibungkus plastik kresek. Maka keluarlah komentar-komentar rakyat kecil.
“Dagang lagi sepi.”
“Orang-orang lagi hemat.”
“Susah sekarang.”
“Yang penting sehat.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Fransiscus-Go-123.jpg)