Opini
Opini: Agenda Nasional Melaju Cepat, APBD Masih di Tempat-
APBD harus berhenti menjadi daftar belanja rutin, dan berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjemput peluang.
Pola penganggaran seperti ini menunjukkan orientasi pembangunan daerah masih bertumpu pada pendekatan fisik jangka pendek dan administratif yang mudah dieksekusi, namun minim daya ungkit terhadap kesiapan menghadapi program prioritas nasional.
Banyak daerah belum mengalokasikan APBD untuk kebutuhan mendasar seperti lahan produktif, kawasan industri, pendidikan unggulan, dan infrastruktur energi bersih.
Akibatnya, daerah kehilangan peluang strategis untuk menjadi lokus program nasional, bukan karena keterbatasan anggaran, tetapi karena arah penggunaannya belum berpihak pada kesiapan.
Pola Pembangunan yang Belum Transformasional
Masalah ini mencerminkan pola pikir dan tata kelola pembangunan daerah yang belum sepenuhnya bertransformasi.
Keberhasilan sering diidentikkan dengan panjang jalan atau jumlah rumah yang dibantu, bukan dampak strategis bagi ekonomi daerah.
Siklus politik kepala daerah juga memengaruhi prioritas program jangka pendek yang cepat terlihat dan mudah diklaim.
Akibatnya, penyediaan lahan untuk kawasan produktif, pembebasan ruang untuk pembangunan strategis, dan penyusunan dokumen perencanaan matang sering tidak menjadi prioritas (Bappenas, 2025).
Daerah yang Siap Menangkap Momentum
Program prioritas nasional saat ini diperebutkan oleh daerah yang siap secara teknis dan perencanaan.
Kawasan industri Morowali dan Weda Bay berkembang pesat, serapan tenaga kerja besar (Kementerian Perindustrian, 2025).
Kawasan Industri Terpadu Batang menarik investasi triliunan rupiah dan membuka puluhan ribu lapangan kerja (Kompas, 2025).
Pengembangan food estate Merauke, bawang putih di Lombok Tengah dan Lombok Timur, proyek waste-to-energy di Surabaya (PLTSa Benowo) dan Jakarta (PSEL), serta implementasi solar energi di sekolah dan kawasan terpencil menunjukkan kesiapan daerah menjadi penentu alokasi prioritas nasional.
Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat juga mulai dikembangkan, mensyaratkan kesiapan daerah sejak tahap perencanaan (Kemendikbudristek, 2025).
APBD Sebagai Instrumen Strategis
Pertanyaannya: apakah pemerintah daerah masih akan menunggu alokasi rutin untuk jalan dan rumah, sementara peluang nasional bergerak cepat?
APBD harus berhenti menjadi daftar belanja rutin, dan berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjemput peluang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Andy-Pio.jpg)