Opini

Opini: Pandangan yang Sama

Fokusnya bukan lagi pada dirinya, bukan pada metode baptisan, bukan pada ritual melainkan pada Yesus.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ROBERT BALA
Robert Bala 

Karya keselamatan Kristus itu universal. Ia melampaui sekat gereja, budaya, dan sejarah.

Kalau begitu, dosa dunia juga mencakup dosa perpecahan di antara orang Kristen sendiri: kecurigaan, luka lama, dan konflik yang diwariskan turun-temurun. 

Pertanyaannya jadi tidak nyaman: bagaimana kita mau ikut ambil bagian dalam keselamatan dunia, kalau di dalam tubuh Kristus sendiri kita mudah retak dan gampang memisahkan diri hanya karena perbedaan yang sebenarnya masih bisa dibicarakan?

Pekan Doa Sedunia bukan hanya ajakan untuk mendoakan persatuan, tetapi juga ajakan untuk jujur mengakui bahwa perpecahan itu nyata. 

Doa persatuan bukan cuma soal menyatukan yang sudah terpisah, tetapi juga supaya kita tidak gampang terpecah lagi ke depannya—terutama karena alasan-alasan yang lebih banyak didorong kepentingan manusia daripada kehendak Allah.

Dalam konteks ini, kata-kata Edmund Burke terasa sangat relevan: “Whatever disunites man from God, also disunites man from man.” 

Apa pun yang memisahkan manusia dari Tuhan, pada akhirnya juga memisahkan manusia dari sesamanya. 

Perpecahan antar umat Kristen bisa jadi tanda bahwa relasi dengan Tuhan sendiri sedang terganggu.

Maka Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen adalah panggilan untuk menyelaraskan kembali arah pandangan kita. 

Dari diri sendiri ke Kristus. Dari perbedaan lahiriah ke misi yang lebih dalam. 

Dari ego kelompok ke keselamatan dunia. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” 

Ketika pandangan kita sama-sama tertuju ke sana, persatuan bukan lagi sekadar slogan, melainkan jalan hidup. Amin. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved