Opini

Opini: Kurawal

Bahasa bekerja di dua tingkat: permukaan yang teratur dan kedalaman yang sarat kompleksitas sosial, budaya, dan psikologis. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEPH YM WUWUR
Yoseph Yoneta Motong Wuwur 

Oleh: Yoseph Yoneta Motong Wuwur
Warga Lembata, Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Bahasa bukan hanya menyimpan, tetapi juga memproduksi dan menyembunyikan makna.

Kata-kata membawa emosi, identitas, kekuasaan, dan sejarah, sehingga apa yang tidak diucapkan sering kali lebih berarti dari apa yang tampak.

Seperti kurung kurawal dalam pemrograman yang menandai struktur tersembunyi, bahasa manusia memiliki konteks tak terucap—pengetahuan bersama, asumsi sosial, dan tekanan budaya yang memengaruhi tafsir. 

Baca juga: Opini: Satu Tambah Nol Sama dengan Nol

Makna tersembunyi ini terlihat dalam ungkapan sederhana seperti “Terserah kamu,” yang dapat berubah sepenuhnya tergantung intonasi dan situasi.

Banyak konflik muncul karena orang membaca “kurung kurawal” sosial secara berbeda.

Bahasa bekerja di dua tingkat: permukaan yang teratur dan kedalaman yang sarat kompleksitas sosial, budaya, dan psikologis. 

Di balik setiap kata ada ruang tak terlihat yang menyimpan maksud, menjadikan bahasa jauh lebih kompleks daripada bentuk luarnya.

Makna dalam Bayang-Bayang Struktur

Setiap bahasa memiliki struktur internal yang tidak hanya mengatur bentuk kata dan hubungannya, tetapi juga membentuk pola pikir serta cara kita memahami dunia. 

Dalam lapisan struktural inilah makna tersembunyi kerap bersembunyi.

Dalam bahasa Indonesia, perbedaan halus antara frasa seperti “dia sudah makan” dan “dia telah makan” menunjukkan bagaimana aspek gramatikal membuka ruang interpretasi.

Struktur ini sering menjadi tempat kita menyisipkan asumsi sosial maupun psikologis yang tidak dinyatakan secara langsung.

Struktur bahasa juga bisa memuat bias, misalnya penggunaan maskulin sebagai default dalam banyak bahasa yang mencerminkan dominasi pandangan patriarkal. 

“Kurung kurawal” metaforis ini menyimpan kekuasaan tersembunyi yang bekerja lewat pola bahasa.

Karena struktur bahasa mencerminkan nilai, ideologi, dan sejarah budaya, kesadaran linguistik menjadi penting. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved