Opini

Opini: Pendidikan Model Asadoma

Dalam arti ini, kita sambut temuan menarik dari Asadoma di NTT. Dengan basis penelitian pada Kota Kupang sudah tersibak ketimbangan...

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ROBERT BALA
Robert Bala. 

Banyak sekolah SMP-SMA Negeri di NTT memiliki murid di atas 1.000 orang yang berarti terdapat 8 kelas paralel. Lab tentu saja diprioritaskan. 

Namun pada sisi lain, dari segi SDM terdapat ketimpangan. Guru di sekolah negeri karena kebanyakan rombongan belajar bisa saja hanya mengajar 1 mata pelajaran di 1 level hal itu tidak berlaku di sekolah swasta. 

Guru tidak hanya mengajar 3 level tetapi bahkan masih merangkap mata pelajaran lain. 

Kalau belum ada penataan seperti ini, rencana apapun termasuk pendidikan digital akan hanya bisa dicapai di sekolah negeri sementara sekolah swasta yang (katanya) ikut mencerdaskan kehidupan bangsa hanya bisa menjerit. Inilah ketimpangan yang tentu saja disoroti Asadoma. 

Dalam arti ini, kita sambut temuan menarik dari Asadoma di NTT. Dengan basis penelitian pada Kota Kupang sudah tersibak ketimbangan sekolah swasta dan negeri dan bisa terbayangkan sekolah SMA yang ada di Alor, Lembata, Rote, dan Sabu yang merupakan kabupaten pulau? 

Kita yakin, Model Asadoma ini bila diterapkan maka sudah pasti yang dilakukan adalah pembenahan struktural yang memberikan kesempatan pada tiap sekolah ( terutama sekolah swasta) untuk bisa berkiprah juga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)

Simak terus artikel POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved