Opini
Opini: Pendidikan Model Asadoma
Dalam arti ini, kita sambut temuan menarik dari Asadoma di NTT. Dengan basis penelitian pada Kota Kupang sudah tersibak ketimbangan...
Banyak sekolah SMP-SMA Negeri di NTT memiliki murid di atas 1.000 orang yang berarti terdapat 8 kelas paralel. Lab tentu saja diprioritaskan.
Namun pada sisi lain, dari segi SDM terdapat ketimpangan. Guru di sekolah negeri karena kebanyakan rombongan belajar bisa saja hanya mengajar 1 mata pelajaran di 1 level hal itu tidak berlaku di sekolah swasta.
Guru tidak hanya mengajar 3 level tetapi bahkan masih merangkap mata pelajaran lain.
Kalau belum ada penataan seperti ini, rencana apapun termasuk pendidikan digital akan hanya bisa dicapai di sekolah negeri sementara sekolah swasta yang (katanya) ikut mencerdaskan kehidupan bangsa hanya bisa menjerit. Inilah ketimpangan yang tentu saja disoroti Asadoma.
Dalam arti ini, kita sambut temuan menarik dari Asadoma di NTT. Dengan basis penelitian pada Kota Kupang sudah tersibak ketimbangan sekolah swasta dan negeri dan bisa terbayangkan sekolah SMA yang ada di Alor, Lembata, Rote, dan Sabu yang merupakan kabupaten pulau?
Kita yakin, Model Asadoma ini bila diterapkan maka sudah pasti yang dilakukan adalah pembenahan struktural yang memberikan kesempatan pada tiap sekolah ( terutama sekolah swasta) untuk bisa berkiprah juga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)
Simak terus artikel POS-KUPANG.COM di Google News
Johni Asadoma
Robert Bala
POS-KUPANG.COM
Nusa Tenggara Timur
Ketimpangan Pendidikan
Kebijakan Publik
| Opini: Sektor Desa Juara Korupsi, Prestasi yang Memalukan Bangsa |
|
|---|
| Opini: Seni Melepaskan Jabatan- Refleksi Atas Sikap Mgr. Paskalis Bruno Syukur |
|
|---|
| Opini: Membaca Problematika Stunting dan Kemiskinan di NTT dari Kacamata John Rawls |
|
|---|
| Opini: Hukum yang Berpihak dan Keadilan yang Patah |
|
|---|
| Opini: Perubahan Iklim dan Lonjakan Hama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bala-Robert.jpg)