Opini
Opini: Makan Bikin Gawat Darurat
Prinsip memberikan tempat pertama kepada tindakan makan bahkan diberikan oleh ibu segala ilmu yakni filsafat.
Oleh: Robert Bala
Direktur Akademi Perhotelan Tunas Indonesia Bintaro, D4 Manajemen Perhotelan.
POS-KUPANG.COM - Jatuhnya korban akibat Makan Bergizi Gratis yang mencapai 5.626 orang pada akhir September, memunculkan pertanyaan ironis.
Apakah makanan yang digadang-gadang menjadi gerakan awal menciptakan generasi sehat justru berujung menjadi Makanan Bikin Gawat Darurat?
Jawaban atas pertanyaan ini tentu sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi kian banyaknya kasus menjadi pertanyaan refleksif: Apakah MBG masih diteruskan?
Jawaban atas pertanyaan ini mestinya tidak sulit. “Ya” karena negara bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan dasar anak berupa makanan.
Dengan ketahanan yang tubuh yang kuat, aneka pengetahuan bisa dimungkinkan untuk diberikan.
Baca juga: Anita Gah Soroti Keracunan MBG, Sebut Jadi Musibah Nasional
Prinsip memberikan tempat pertama kepada tindakan makan bahkan diberikan oleh ibu segala ilmu yakni filsafat.
"Primus vivere deinde philosophare". Artinya: "Utamakan hidup (makan), lalu filsafatkan".
Sampai di sini, jempol masih harus diacungkan kepada Prabowo – Gibran yang telah menjadikan Makan Bergizi Gratis sebagai sebuah program unggulan.
Tetapi apakah negara yang harus memasak lalu menyiapkan bahan, memasak, dan menyajikannya kepada sekitar 44 juta siswa?
Menurut data, SD (24 juta), SMP (10 juta), SMA (6 juta), dan SMK (5 juta). Bagaimana menyiapkan makanan sebanyak siswa yang tersebar di berbagai tempat?
Kalau ditambah siswa TK sekitar 3 juta maka jumlahnya fantastis mencapai hampir 50 juta orang.
Lalu apakah dengan jumlah yang sebanyak itu, negara bisa melakonkan peran seperti seorang ibu rumah tangga yang siap menyediakan makanan?
Data telah membuktikan, dari 21 juta siswa yang sudah mengecap MBG, sudah terdapat sekitar 6 ribu orang keracunan.
Kita terus membayangkan kalau keseluruhan hampir 50 juta siswa itu mengecap MBG, apakah diyakinkan bahwa terjadi penurunan atau malah angka keracunan? Data yang ada bisa membuat kita melakukan prediksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bala-Robert.jpg)