Opini
Opini: Elaborasi Pendidikan Bermakna, Mengembalikan Jiwa dalam Ruang Kelas
Pembelajaran akan lebih bermakna ketika informasi baru dikaitkan secara substantif dengan struktur kognitif yang telah dimiliki peserta didik.
Parker J. Palmer (2017) menekankan bahwa kualitas pengajaran tidak ditentukan oleh metode, tetapi oleh keutuhan pribadi sang pendidik. “We teach who we are,” tulisnya.
Artinya, pendidikan bermakna lahir dari guru yang otentik yang hadir secara utuh, dengan hati yang terbuka, dan niat untuk melayani.
Kesimpulan: Menghidupkan Kembali Jiwa Pendidikan
Pendidikan bermakna bukanlah retorika. Ia adalah kebutuhan mendesak di tengah krisis makna yang melanda dunia pendidikan modern.
Kita tidak bisa terus-menerus mengejar keterampilan abad 21 tanpa memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dengan hati yang sehat, pikiran yang reflektif, dan jiwa yang terhubung dengan dunia sekitarnya.
Jika tujuan pendidikan adalah membentuk manusia seutuhnya, maka pendidikan bermakna adalah jalan yang harus ditempuh. Bukan jalan yang mudah, tapi jalan yang benar.
“Pendidikan sejati adalah pendidikan yang membebaskan dan memanusiakan.” (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Heryon Bernard Mbuik
Universitas Citra Bangsa
Opini Pos Kupang
John Dewey
pendidikan bermakna
guru dan murid
Nusa Tenggara Timur
Opini: Prada Lucky dan Tentang Degenerasi Moral Kolektif |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|
Opini: Kala Hoaks Menodai Taman Eden, Antara Bahasa dan Pikiran |
![]() |
---|
Opini: Korupsi K3, Nyawa Pekerja Jadi Taruhan |
![]() |
---|
Opini: FAFO Parenting, Apakah Anak Dibiarkan Merasakan Akibatnya Sendiri? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.