NTT Terkini
Melvianus Haba Anak Petani Asal Sabu Raijua NTT Diterima di UI, Lolos Seleksi Jalur Prestasi
Anak petani asal Kabupaten Sabu Raijua, Melvianus Haba (18) diterima sebagai mahasiswa UI
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, SEBA - Anak petani asal Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Melvianus Haba (18) diterima sebagai mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Indonesia (UI). Dia lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.
Remaja yang akrab disapa Melvin ini merupakan siswa SMAN 1 Hawu Mehara, Sabu Raijua. Dia lahir di Desa Peddaro pada 22 Juni 2007.
Melvin merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Welem Bala Hegi dan Mariana Haba. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani.
Sejak kecil, Melvin bercita-cita menjadi guru. Walaupun hidup di lingkungan dengan akses pendidikan terbatas, ia pantang menyerah.
Selama bersekolah, dari SD hingga SMA, Melvin selalu berjalan kaki dari rumah ke sekolah.
“Saat di sekolah, saya selalu memperhatikan bagaimana guru berdiri di depan kelas ketika mengajar. Dari situlah saya membayangkan suatu hari saya juga bisa berada di posisi mereka,” ucap Melvin saat ditemui di kediaman orang tuanya, Senin (28/7/2025).
Saat mengenyam pendidikan SD sampai SMA, Melvin mengaku tidak pernah memiliki prestasi akademik yang mencolok di bidang Matematika.
Namun dia selalu semangat untuk tidak pernah berhenti belajar. Alhasil, Melvin pun diterima di UI yang merupakan salah satu kampus bergengsi di Indonesia.
“Selama ini saya tidak punya banyak piagam juara. Tapi saya yakin, kalau belajar sungguh-sungguh, mimpi saya jadi guru bisa tercapai,” ujarnya.
Melvin menuturkan bahwa saat pengumuman SNBP dirilis, dia sempat tidak percaya melihat namanya tercantum sebagai mahasiswa baru UI.
Baca juga: Margareta Tirza Manlea, Gadis Kupang yang Berani Mimpi Besar, Dari Rumah Sederhana ke UI
“Awalnya saya pikir ini salah. Tapi ternyata tulisan dan esai saya dinilai. Itu yang membuat saya diterima dan saya sangat bersyukur dengan hal ini,” ucap Melvin.
Melvin berpesan kepada teman-temannya agar jangan takut bermimpi besar.
“Jangan biarkan keterbatasan menghalangi langkah kita. Kalau ada kemauan, pasti ada jalan,” pesannya.
Sementara itu, ibunda Melvin, Mariana Haba mengaku sangat bersyukur. Dia tidak menyangka anaknya bisa menembus kampus ternama di Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.