NTT Terkini
Indonesia Serahkan 2.000 Vial Vaksin Anti Rabies ke Timor Leste
Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI menyerahkan 2.000 vial Vaksin Anti Rabies kepada Pemerintah Demokratik Timor Leste
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyerahkan sebanyak 2.000 vial Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste.
Penyerahan ini merupakan respons atas permintaan resmi Pemerintah Timor-Leste guna mengatasi wabah rabies yang tengah berlangsung dan mendukung penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di negara tersebut.
Acara penyerahan bantuan digelar di Aula Serbaguna Lantai III RSUD Ben Mboi, Kota Kupang pada Rabu (23/7).
Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang mematikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan lebih dari 35.000 hingga 50.000 kematian setiap tahun, dengan sekitar 40 persen korbannya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Baca juga: Warga di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Serahkan Senjata ke Satgas Yonif 741/GN Pos Fohululik
Diperkirakan 10 juta orang menerima vaksin anti rabies setiap tahun sebagai tindakan pencegahan.
Saat ini, lebih dari 3,3 miliar orang tinggal di wilayah endemik rabies, menjadikan penyakit ini sebagai tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks serta lintas sektor.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni yang turut hadir langsung dalam acara penyerahan ini menyatakan bahwa penyerahan vaksin ini menjadi wujud nyata solidaritas antara Indonesia dan Timor-Leste.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Hari ini kita menyerahkan sebanyak 2.000 vial vaksin anti rabies dari Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Timor-Leste,” ujar dr. Andi.
Baca juga: Kasus Rabies di Sikka NTT Meningkat Tajam Stok SAR Menipis VAR Aman
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan tanggapan cepat atas permintaan langsung dari Pemerintah Timor-Leste kepada Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
“Permintaan ini datang langsung dari Pemerintah Timor-Leste, dan Menteri Kesehatan merespons dengan sigap. Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat kerja sama regional, khususnya dalam menghadapi situasi darurat kesehatan KLB rabies,”imbuhnya.
Lebih lanjut, dr. Andi menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian rabies di Timor-Leste, yang umumnya ditularkan melalui hewan berdarah panas seperti anjing dan kucing.
Kegiatan ini tidak hanya merefleksikan kerja sama bilateral yang erat, tetapi juga menjadi bukti kontribusi Indonesia dalam menjawab tantangan kesehatan global.
Penyerahan vaksin ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendukung keamanan kesehatan regional.
Baca juga: Komisi IV DPRD Kabupaten TTS Sebut Sejumlah Kendala Penanganan Rabies di TTS
Perwakilan Konsulat Timor-Leste, Cesaltina da Silva da Costa, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Timor-Leste, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Kesehatan dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, atas donasi vaksin rabies yang sangat kami butuhkan,” ucapnya.
| Hadirkan Terang hingga Pelosok Negeri, Komisi XII DPR RI Apresiasi Dedikasi PLN NTT |
|
|---|
| Akselerasi Transformasi Pertanian NTT, DIPA 2026 Fokus Vokasi dan Modernisasi |
|
|---|
| Tunjangan 56.730 Guru ASN di NTT Tembus Rp592,89 Miliar, Penyaluran Capai 22 Persen |
|
|---|
| Program Ternak di Desa Wewo Manggarai, PLN Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lokal |
|
|---|
| BERITA POPULER : Kasus Polisi Bunuh Diri, Dampak Program MBG di NTT, Kasus Penikaman di TTU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/VAKSIN-RABIES-1.jpg)