KKB Papua
KKB Aniaya Tukang Ojek di Pegunungan Wanwi Hingga Tewas
Penyerangan dan penganiayaan ini diduga dilakukan oleh KKB yang selama ini beroperasi di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
“Ia benar sebanyak delapan terduga pelaku telah berhasil diamankan dalam serangkaian operasi penegakan hukum di wilayah hukum Kabupaten Yahukimo dan sekitarnya,” ungkapnya.
Dia menegaskan, penegakan hukum akan terus dilakukan guna menangkap seluruh pelaku dan jaringannya, terutama yang telah melakukan penyerangan kepada guru dan nakes di Distrik Anggruk.
Baca juga: Delapan KKB Papua Dibekuk, Diduga Terlibat Penyerangan Guru dan Nakes
“Penanganan kasus ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku dan jaringannya,” kata Faizal.
Faizal menegaskan, pihaknya serius menangani kasus yang menimpa para guru dan nakes di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo. Oleh karena itu, penegakan hukum akan dilakukan terhadap para pelaku yang terlibat tersebut.
“Kami serius menangani kasus ini. Pelaku yang terlibat akan kami proses secara tegas dan profesional,” ujarnya.
“Tindakan kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan tidak boleh ditoleransikan, karena mereka adalah simbol kemanusiaan dan pelayanan,” tegas Faizal yang juga Wakapolda Papua ini.
Diberitakan sebelumnya, penyerangan terhadap guru dan nakes terjadi di kompleks perumahan guru SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) anggruk dan Gedung Puskesmas Efata Anggruk di Kabupaten Yahukimo pada Jumat (21/3/2025) dan Sabtu (22/3/2025).
Akibatnya, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen dinyatakan meninggal dunia dan 6 orang guru dan nakes lainnya mengalami luka-luka.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi menyebutkan bahwa pelaku merupakan anggota KKB berjumlah kurang lebih 15 orang. Para pelaku membawa sejumlah alat tajam dan melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap guru dan nakes. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.