Pasar Oinlasi Terbakar
Pasar Oinlasi Terbakar, Kasat Reskrim Polres TTS: Para Korban Tidur Satu Kamar, Terjebak Asap Tebal
Tiga orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka serius akibat Pasar Desa Oinlasi terbakar.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Tiga orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka serius akibat Pasar Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar pada Selasa (8/7/2025) pukul 03.30 Wita.
Bangunan pasar desa itu sebanyak enam unit, semuanya ludes dilahap api. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran.
Kapolsek Amanatun Selatan, Ipda Haris Riwu menyampaikan bahwa pihaknya mendapat laporan dari Ikke Nenobaik, warga RT 07 RW 03 Desa Oinlasi. "Kami mendapat laporan pada pukul 03.30 Wita."
Api berhasil dipadamkan setelah masyarakat dan polisi gotong royong memadamkan.
"Pada pukul 04:00 Wita dini hari masyarakat sekitar turut membantu memadamkan api hingga pukul 06:00 Wita. Api berhasil dipadamkan," ujar Haris Riwu.
Tiga korban meninggal dunia berjenis kelami laki-laki, masing-masing berinisial FZD alias Echa (15), AVK alias Vikhy (18) dan FRP alias Ichal (20).
FZD dan FRP kakak beradik, warga RT 06 RW 03 Desa Oinlasi, sedangkan AVK merupakan warga RT 07 RW 03 Kelurahan Taubneno, Kecamatan Kota SoE.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen melalui Kasat Reskrim Iptu Joel Ndolu mengatakan, ketiga korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ketiga korban juga sudah dilakukan visum oleh dokter dan sudah dibawa pihak keluarga ke SoE untuk dimakamkan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pasar Oinlasi TTS Terbakar, Tiga Warga Meninggal Dunia
Selain korban meninggal dunia, ada satu korban luka bakar, berinisial AJS (22).
Korban selamat yang juga saksi dari kejadian ini bekerja sebagai Satpam di salah satu SMP.
AJS sedang mendapat perawatan medis di Puskesmas Amanatun Selatan.
Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Iptu Joel Ndolu, pada Senin (7/7) pukul 21.00 Wita, AJS datang ke rumah tiga korban untuk tidur.
"Mereka berempat baru bisa tidur pukul 02.00 Wita, dalam satu kamar," jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.