NTT Terkini
Gereja dan Pemprov NTT Cari Cara Atasi Masalah Pekerja Migran
Gereja dan Pemerintah diharapkan terlibat aktif dalam kegelisahan umat, khususnya migran dan perantau dengan begitu banyak persoalan yang kompleks.
"Ini telah menjadi perhatian serius sejak Perpas Nusra X di Mataloko yang menyoroti keluarga para perantau, dilanjutkan dalam Perpas XI di Atambua yang kembali mengangkat persoalan migran," jelas Uskup.
Namun, menurutnya, realisasi pastoral sempat terhambat pandemi Covid-19. Hal ini menjadi tantangan bagi gereja dalam menindaklanjuti amanat Perpas sebelumnya.
Ia mengajak seluruh peserta mengevaluasi seluruh kondisi para migran pascapandemi. Perpas XII kali ini harus menjadi ruang untuk menemukan solusi pastoral yang praktis dan implementatif. Isu migran akan terus diangkat untuk menandakan pentingnya keberlanjutan pelayanan terhadap komunitas.
Ia juga menekankan pentingnya saling berbagi pengalaman antar-keuskupan sebagai dasar pemetaan persoalan dan pencarian benang merah yang akan memperkaya pendekatan pastoral ke depan.
Dari sinilah, para pengamat dan pengambil kebijakan di tubuh Gereja dapat menyusun langkah yang kontekstual dan menyentuh akar persoalan. (cbl)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pekerja-migran-yang-berusaha.jpg)