Jumat, 5 Juni 2026

Manggarai Barat Terkini

Kota Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Alami Kemarau Basah

Wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengalami fenomena cuaca tidak biasa yang dikenal sebagai kemarau basah.

Tayang:
POS KUPANG/BERTO KALU 
HUJAN - Hujan mengguyur Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di musim kemarau. BMKG menyebut ini terjadi karena kemarau basah.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kali

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengalami fenomena cuaca tidak biasa yang dikenal sebagai kemarau basah.

Fenomena ini ditandai dengan tingginya curah hujan di tengah musim kemarau yang seharusnya identik dengan cuaca kering dan panas. 

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Serang menjelaskan, meskipun secara klimatologis wilayah NTT telah memasuki musim kemarau.

Baca juga: Coreng Institusi Kepolisian, Predator Seksual Anak Briptu MR Tidak Pantas Kenakan Seragam Polisi

Namun dalam beberapa hari terakhir cuaca yang terjadi justru didominasi oleh hujan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan hujan yang terjadi disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. 

"Kondisi ini menunjukkan bahwa kemarau tahun 2025 berpotensi menjadi kemarau basah, yaitu musim kemarau yang masih diselingi curah hujan signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan global," jelas Maria Serang, Jumat (30/5). 

Lebih lanjut dikatakan Maria Serang, ada beberapa faktor meteorologis yang saling berinteraksi, menghasilkan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan konvektif atau awan2 hujan secara aktif. 

Baca juga: Briptu MR, Oknum Satlantas Polresta Kupang Kota Minta Korban PS Peluk, Cium Hingga  OS 

Suhu permukaan laut yang tinggi ini menyebabkan peningkatan penguapan air laut ke atmosfer. Uap air ini menjadi bahan baku utama dalam proses pembentukan awan. 

Saat ini, lanjut Maria Serang, suhu muka laut di NTT masih cukup hangat, prosentase kelembaban udara di lapisan 700 hingga 500 mb cukup tinggi, dan adanya perlambatan kecepatan angin di lapisan bawah atmosfer. 

 "Adanya sirkulasi siklonik di selatan NTT turut memperkuat pola konvergensi di wilayah NTT termasuk Manggarai Barat," ujar Maria Serang. 

HUJAN - Hujan mengguyur Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di musim kemarau. BMKG menyebut ini terjadi karena kemarau basah. 
HUJAN - Hujan mengguyur Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di musim kemarau. BMKG menyebut ini terjadi karena kemarau basah.  (POS KUPANG/BERTO KALU )

Maria Serang menyimpulkan, hujan yang masih terjadi di wilayah Mabar pada akhir Mei 2025 merupakan hasil interaksi kompleks dari dinamika atmosfer lokal dan regional, bukan sekadar anomali sesaat. 

"Fenomena ini menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini tidak sepenuhnya kering, melainkan tetap berpotensi diselingi oleh hujan akibat "kemarau basah", yang dipengaruhi oleh kondisi laut dan atmosfer yang masih aktif mendukung pembentukan hujan bahkan cuaca buruk," ungkap Maria Serang. 

Baca juga: Cuaca Maritim NTT, BMKG: Gelombang Tinggi Laut Flores dan Selatan NTT Masih Berpotensi hingga 2 Juni

Oleh karena itu, kata Maria Serang, kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat tetap perlu dijaga, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor.

"Dan jangan mengabaikan potensi kebakaran lahan atau hutan karena angin monsun australia sudah aktif dan membawa angin yang sifatnya kering kering ketika tidak terjadi hujan," tandas Maria Serang(uka) 

 Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved