Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 30 Mei 2025, "Kesabaran Buat Hidup Penuh Sukacita"

Yesus mengajarkan para murid-Nya tentang fakta hidup yang penuh rintangan dan kesulitan. Yesus sesungguhnya tidak menjanjikan sebuah kehidupan tanpa p

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik Jumat 30 Mei 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
KESABARAN BUAT HIDUP PENUH SUKACITA
(Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:20-23a)

"Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." (Yoh 16:20).

Pengalaman membuktikan bahwa memulai sesuatu selalu saja ada tantangan entah ringan maupun berat. Kesuksesan besar dalam hidup hanya dialami setelah melewati pelbagai tantangan besar. Sebelum sukacita besar seorang ibu melahirkan, ia harus bergulat  dengan rasa sakit yang tak bisa diungkapkan.

"Sakit mendahului kelahiran." (Hos 13:13). Kitab Pengkotbah mengatakan begini, "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik  dari pada tinggi hati." (Pkh 7:8).

Yesus mengajarkan para murid-Nya tentang fakta hidup yang penuh rintangan dan kesulitan. Yesus sesungguhnya tidak menjanjikan sebuah kehidupan tanpa penderitaan. Pekerjaan sebagai rasul untuk mewartakan Injil Kabar Gembira mendapat pencobaan luar biasa dari dunia bahkan nyawa.

Hidup adalah proses yang sangat membutuhkan kesabaran. Ketidaksabaran membuat hidup itu lumpu dan kehilangan pesonanya. "Kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar." (Pkh 10:4). 

Para rasul selalu bersukacita dalam badai zaman yang mengancam dalam tugas mewartakan Injil karena kehadiran Roh Tuhan yang menyapa dan meneguhkan.

Dalam naungan kuasa Tuhan sendiri tak ada yang mustahil. Maka benar dukacita berubah menjadi sukacita. Santo Paulus adalah salah satu rasul yang dalam tugas perutusan mengalami banyak dukacita. Namun ketika bermisi di Korintus, ia diarahkan sendiri oleh Tuhan Yesus. 

"Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." (Kis 18:10). Sesuai arahan Tuhan, Paulus tinggal lama dan nyaman satu tahun enam bulan di Korintus.

Dalam bimbingan Yesus kita menemukan sukacita yang tak pernah akan terkuras oleh waktu dan penderitaan.   Ester mengatakan, "Dukacita mereka berubah menjadi sukacita." (Est 9:22). Pemazmur bermadah, "Hai segala bangsa, bertepuk tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Maha Tinggi, adalah dahsyat; Raja agung atas seluruh bumi." (Mzm 47:2-3).

Dalam hidup sebagai umat Allah kita mesti tahu bersyukur  untuk memelihara anugerah Allah agar kelak beroleh karunia di Surga. Berjuang sendiri tanpa Allah hidup jadi sangat sukar, tetapi bersama Tuhan hidup kita dipermudah. Belajar hidup sabar, hindari tinggi hati atau kesombongan. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat /Pekan VI Paskah/C, 300525)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved