Kamis, 23 April 2026

KKB Papua

Bupati Jayawijaya Peringatkan KKB Pasca Penembakan Polisi di Wamena

Kejadian ini menciptakan ketegangan di masyarakat dan memicu reaksi tegas dari pemerintah setempat. 

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
KETERANGAN PERS - Bupati Jayawijaya, Athenius Murib memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan bersama Pemprov Papua Pegunungan, jajaran Forkopimda, Lembaga adat dan tokoh masyarakat, di Kota Wamena, Kamis 29 Mei 2025. 

Bupati Jayawijaya Peringatkan KKB Pasca Penembakan Polisi di Wamena

 

POS-KUPANG.COM, WAMENA - Bupati Jayawijaya, Athenius Murib memberi peringatan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata Papua atau KKB Papua pasca aksi penembakan di wilayah itu.  

Adapun aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) melukai anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Jayawijaya pada Rabu (28/5/2025) malam.

Aksi brutal yang berlangsung pukul 19.25 WIT itu terjadi persis di depan RSUD Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. 

Kejadian ini menciptakan ketegangan di masyarakat dan memicu reaksi tegas dari pemerintah setempat. 

Bupati Athenius Murib pun meminta kepada Egianus Kogoya yang merupakan salah satu pemimpin KKB Papua untuk segera meninggalkan kota.

Athenius Murib mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai insiden tersebut, terutama setelah pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, tokoh adat, aparat keamanan, dan lembaga sipil.

Dia menekankan pentingnya tindakan bersama untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa di RSUD Wamena itu. Puji Tuhan, saat ini situasi sudah aman dan terkendali. Masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa," jelas Athenius dikutip dari Tribun Papua, Jumat (30/5/2025).

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kelompok Egianus Kogoya, yang diyakini bertanggung jawab atas penembakan ini, harus meninggalkan Wamena.

"Saya sudah membaca pernyataan kelompok Egianus Kogoya. Ini adalah peringatan terakhir. Tidak ada tempat untuk kejahatan di Wamena. Kalau Anda ada di sini, segera angkat kaki," tegasnya.

Athenius Murib menegaskan bahwa Wamena adalah ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, dan oleh karena itu harus menjadi tempat yang aman dan produktif.

"Wamena merupakan kota pendidikan, kesehatan, dan tempat untuk mempersiapkan generasi masa depan. Ini adalah kota kehidupan, ekonomi, dan tempat bagi pengungsi, bukan kota kekacauan," tambahnya.

Dengan pernyataan ini, Bupati berharap agar semua pihak dapat bersatu untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Wamena, agar kota ini tetap menjadi tempat yang baik bagi warganya. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved