Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 29 Mei 2025, 'Kenaikan : Tuhan Pulang ke Surga untuk Kembali Lagi'
Perpisahan secara manusia buat sedih, namun perpisahan dengan Tuhan secara spiritual membawa sukacita bagi rasul-rasul-Nya
Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Kamis 29 Mei 2025 Pekan Paskah VI dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: (Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-7.8-9; Ibr 9:24-28; 10:19-23; Luk 24:46-53).
Simak Renungan Harian Katolik Pater Fransiskus Funan Banusu SVD Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus.
"Ketika sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke Surga." (Luk 24:51). Perpisahan Tuhan dengan murid-murid-Nya. Peristiwa ini sudah berulang kali Yesus sampaikan kepada mereka.
Satu pesan penting yang Yesus sampaikan kepada para murid dalam amanat perpisahan-Nya ialah adalah lebih berguna bagimu juga Aku pergi supaya Roh Penolong, Roh Penghibur, Roh Kebenaran datang kepadamu.
Perpisahan secara manusia buat sedih, namun perpisahan dengan Tuhan secara spiritual membawa sukacita bagi rasul-rasul-Nya. Ketika Yesus naik ke Surga, mereka menyembah Dia dan pulang dengan sangat bersukacita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Mei 2025, "Makna Peristiwa Kenaikan Tuhan dalam Hidup Kita"
Tiga hal penting dalam perayaan Kenaikan Tuhan ini: Pertama, Kristus kembali setelah menyelesaikan misi-Nya dengan sempurna di dunia. Misi keselamatan bagi umat manusia. Kedua, Janji kedatangan Roh Kudus. Ketiga, Pengharapan akan kedatangan-Nya kembali. Ia datang untuk menjemput kita yang secara total percaya dan menjalankan perintah kasih-Nya.
Sebelum perjalanan pulang Yesus ke Surga, Ia menampakkan Diri kepada para murid, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Malah selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan Diri dan berbicara dengan mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis 1:3).
Ini strategi Yesus menyiapkan para rasul yang akan berperan mewartakan sampai ke ujung dunia bahwa Ia Mesias Anak Allah yang dibunuh namun hidup lagi. Bagaimana supaya misi keselamatan ini bisa terwujud di tengah dunia? Roh Yesus sendiri, Roh Kudus menjadi daya dahsyat yang memberdayakan para rasul untuk melakukan proyek keselamatan Allah (Missio Dei).
Yesus bilang, "Kamu akan diberi kuasa, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, di seluruh Yudea, dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:8). Tentang keberangkatan Tuhan ini, dua malaikat bersaksi kepada para murid dan orang-orang Galilea bahwa Ia pergi namun akan kembali.
Maka Pemazmur melantungkan madah agung pujiannya, "Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!" (Mzm 47:6-7).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Mei 2025, "Ia Terangkat ke Surga"
Perpisahan rohani dengan Kristus membawa kegembiraan dan kebahagiaan. Kita bahagia sebab seperti warta Surat Ibrani, Ktistus Imam Agung pergi ke Surga menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita (Ibr 9:24).
Melalui pengorbanan karena kasih suci-Nya bagi kita orang berdosa, Ia menyiapkan tempat kudus bagi kita. "Berkat darah Yesus kita sekarang dapat masuk ke dalam tempat kudus dengan penuh keberanian." (Ibr 10:19).
Maka mari kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita dengan air yang murni (Ibr 19:22). Tetap teguh, Tuhan adalah setia.
Walau Yesus telah pulang ke Surga, Ia akan kembali. Hati dan jiwa kita Ia angkat bersama Dia. Ada sukacita yang tak terkatakan. Sebab Yesus adalah pokok kita dan kita adalah anggota tubuh-Nya yang kudus.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.